Kumparan Logo

Begini Rupa Senjata Ninja Usia 430 Tahun, Cikal Bakal Shuriken

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Senjata ninja 430 tahun. Foto: Dok. Hachioji City History Museum
zoom-in-whitePerbesar
Senjata ninja 430 tahun. Foto: Dok. Hachioji City History Museum

Mulai dari tahun 1960 dan 2010, arkeolog mengekskavasi artefak dari beberapa titik di Jepang, termasuk dari Istana Iwatsuki dan Istana Hachioji. Salah satu artefak yang diyakini berasal dari Pengepungan Odawara tahun 1590 sedikit memberi teka-teki kepada sejarawan. Namun sekarang sejarawan memiliki dugaan kuat terkait artefak ‘aneh’ tersebut.

Artefak tersebut berupa batu dengan beberapa rupa ini. Dengan bentuk asli seperti bola, beberapa dari mereka memiliki duri. Dilansir dari Live Science, sejarawan cukup yakin bahwa senjata itu adalah nenek moyang dari shuriken milik ninja.

Senjata ini ini digunakan sebagai caltrop, dilempar ke tanah untuk melumpuhkan tentara berkuda lawan dengan tusukannya.

Iwata Akihiro, arkeolog dan kurator di Saitama Prefectual Museum of History and Folklore kepada Live Science mengatakan bahwa batuan ini sangat mungkin adalah senjata dari tim tempur yang bergerak sebagai ninja.

Ilustrasi Ninja Foto: Shutter Stock

Sekitar tahun 1590, terjadi pertempuran yang dikenal sebagai Pengepungan Odawara. Di pertempuran ini lah klan Toyoyomi dan klan Tokugawa berhasil mengalahkan klan Hojo yang mengontrol sebagaian besar wilayah Jepang saat itu. Klan Toyoyomi dan klan Tokugawa juga berhasil menangkap kedua istananya, Istana Iwatsuki dan Istana Hachioji.

Pengepungan ini berlangsung di periode Sengoku (1467-1615), periode yang dikenal dengan seringnya peperangan antara panglima perang memperebutkan wilayah satu sama lain. Ninja punya andil di zaman peperangan ini dengan menjadi mata-mata penyabot. Senjata ini menjadi bukti bahwa ninja juga terlibat di Odawara ini.

Senjata ini dimiliki oleh Ninja dari klan Hojo, yang kalah pada pertempuran itu. Akihiro menambahkan bahwa meski bentuk senjata ini terlihat konyol, dan klan Hojo gagal mempertahankan istana, sangat mungkin sangat efektif pada masanya.

“(Senjata ini) digunakan untuk menghentikan pergerakan lawan yang akan menyerang kapan saja, dan ketika musuh terhenti, tentara (bisa) kabur” jelasnya.