Tekno & Sains
·
18 September 2020 15:14

Belum Usai Corona, China Dilanda Wabah Brucellosis: Ribuan Orang Terinfeksi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Belum Usai Corona, China Dilanda Wabah Brucellosis: Ribuan Orang Terinfeksi (18673)
Ilustrasi bakteri salmonella Foto: dok.Shutterstock
Belum selesai wabah corona di seluruh dunia tertangani, baru-baru ini wabah lain muncul lagi di China. Kali ini ribuan orang China dilaporkan terinfeksi penyakit langka yang disebabkan oleh bakteri. Dilaporkan CNN, Wabah itu muncul akibat kebocoran yang tidak disengaja di sebuah pabrik biofarmasi yang terjadi tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Komisi Kesehatan Lanzhou, Ibu Kota Provinsi Gansu, China, melaporkan 3.245 orang terindikasi mengidap penyakit brucellosis, penyakit yang biasanya ditularkan dari hewan ternak pembawa bakteri brucella ke manusia.
1.401 di antaranya telah dites dan dinyatakan positif Brucellosis. Secara total, dari 2,9 juta orang penduduk di seluruh Lanzhou, ada 21.847 orang yang telah dites dan sejauh ini belum ada korban jiwa.
Penyakit brucellosis yang dikenal demam Malta atau demam Mediterania adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri brucella. Penyakit ini bisa menimbulkan berbagai gejala mulai dari sakit kepala, nyeri otot, demam, dan kelelahan.
Menurut Center for Disease Control (CDC), kendati gejalanya bisa mereda, namun jika dibiarkan bisa berakibat fatal dan menyebabkan radang sendi dan pembengkakan pada organ tertentu.
Belum Usai Corona, China Dilanda Wabah Brucellosis: Ribuan Orang Terinfeksi (18674)
Ilustrasi laboratorium. Foto: Anton Vaganov/REUTERS
Bakteri ini banyak ditularkan lewat makanan yang terkontaminasi alih-alih dari manusia ke manusia. Infeksi juga bisa terjadi ketika seseorang tidak sengaja menghirup partikel yang mengandung bakteri brucella, seperti yang terjadi di Lanzhou.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan otoritas setempat, wabah Brucellosis muncul akibat kebocoran pabrik farmasi biologis Zhongmu Lanzhou, yang terjadi antara akhir Juli hingga Agustus 2019. Saat memproduksi vaksin Brucella untuk hewan, mereka menggunakan desinfektan. Namun, tidak semua bakteri berhasil dibasmi dalam limbah gas.
Gas limbah yang terkontaminasi membentuk aerosol yang mengandung bakteri, lalu bocor ke udara, terbawa angin dan melintas ke Institute Penelitian Hewan Lanzhou, tempat wabah pertama kali melanda.
Orang-orang di Institut tersebut mulai melaporkan infeksi pada November dan jumlahnya terus meningkat. Pada akhir Desember, setidaknya 181 orang di Institut itu telah terinfeksi brucellosis. Pasien yang terinfeksi termasuk mahasiswa di Lanzhou University. Jumlah infeksi terus meningkat hingga sekarang telah mencapai lebih dari 3 ribu orang.
ADVERTISEMENT
Saat ini, izin produksi vaksin brucellosis oleh pabrik tersebut telah dicabut oleh otoritas setempat. Pada Februari 2020, pihak pabrik mengeluarkan permintaan maaf kepada publik dan mengatakan telah ‘menghukum berat’ delapan orang yang dianggap bertanggung jawab atas insiden tersebut.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.