Berhasil Cetak Rekor! Ini Kembar Identik Tertua di Dunia
·waktu baca 2 menit

Dua saudara perempuan asal Jepang ini telah dinobatkan sebagai kembar identik tertua di dunia. Usia keduanya kini telah menginjak 107 tahun.
Mereka adalah Umeno Sumiyama dan Koume Kodama, kembar identik yang lahir pada 5 November 1913. Pada 2021, usia keduanya kini telah menginjak 107 tahun lebih 300 hari.
Dengan begitu, ia berhasil memecahkan rekor sebagai kembar identik tertua di dunia, sekaligus mengalahkan kembar identik tertua sebelumnya yang dipegang oleh Kin Narita dan Gin Kanie, yang juga sama-sama dari Jepang. Kin Narita meninggal di usia 107 tahun 175 hari pada 2000. Sementara Gin Kanie meninggal setahun kemudian, tepatnya pada usia 108 tahun.
Sumiyama dan Kodama diberi sertifikat sebagai kembar identik tertua di dunia pada Senin (20/9) oleh Guinness World Records. Saat ini keduanya tinggal di lokasi terpisah.
Adapun Sumiyama dan Kodama lahir di Pulau Shodoshima, Jepang, dalam keluarga besar dengan total 11 bersaudara. Usai lulus sekolah dasar, Kodama pindah ke Kyushu di Jepang selatan untuk bekerja sebagai pembantu. Sedangkan Sumiyama tetap tinggal di pulau kelahirannya.
Keduanya jarang bertemu. Ketika sama-sama menginjak usia 70 tahun, mereka akhirnya saling berkomunikasi lagi dan melakukan ziarah bersama ke makam keluarganya. Ada penjelasan ilmiah di balik usia panjang Sumiyama dan Kodama.
Menurut National Institutes of Health (NIH), berapa lama orang hidup dipengaruhi oleh genetika, lingkungan, dan gaya hidup. Para ilmuwan telah mempelajari centenarian, orang yang hidup sampai 100 tahun, dan supercentenarian, orang yang hidup lebih dari 110 tahun, untuk lebih memahami faktor apa saja yang berkontribusi pada usia panjang.
Beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa faktor gaya hidup, termasuk diet dan olahraga memainkan peran penting dalam 80 tahun pertama kehidupan. Setelah itu, faktor genetik menjadi semakin penting dalam menjaga kesehatan seseorang seiring bertambahnya usia.
Adapun varian genetik yang telah dikaitkan dengan rentang hidup lebih lama, termasuk varian dalam gen ABO, CDKN2B, APOE, SH2B3. Varian ini lebih umum ditemukan pada orang usia seratus tahun ketimbang orang-orang yang hidup dengan usia rata-rata.
Studi lain baru-baru ini menemukan bahwa centenarian mungkin punya bakteri usus khusus yang membantu menangkal infeksi. Orang tertua yang masih hidup saat ini menurut Guinness World Records adalah Kane Tanaka dari Fukuoka, Jepang, dengan usia 118 tahun.
