kumparan
11 Januari 2018 12:25

Berjasa untuk Islam, Prof Irwandi Raih King Faisal International Prize

Profesor Irwandi Jaswir
Profesor Irwandi Jaswir. (Foto: Irwandi Jaswir/Facebook)
Prestasi kembali ditorehkan akademisi asal Indonesia di kancah internasional. Kali ini, seorang profesor bernama Irwandi Jaswir dianugerahi penghargaan King Faisal International Prize (KFIP) 2018 dalam kategori 'Berjasa untuk Islam' di Riyadh, Rabu (10/1).
ADVERTISEMENT
Penghargaan itu diterima oleh Profesor Irwandi untuk kontribusinya lewat ‘Halal Science’. Riset 'Halal Science' bertujuan untuk mempermudah umat Muslim dalam mengidentifikasi makanan yang halal dan haram, serta mencari alternatif makanan halal dengan memproduksi gelatin Halal dari sumber makanan Halal, seperti unta dan ikan.
"Kontribusi besar Profesor Jaswir untuk Islam dilakukan lewat risetnya di bidang 'Halal Science' di mana ia mempublikasikan lebih dari 120 artikel yang telah di-peer review di jurnal ilmiah, juga melakukan lebih dari 30 studi riset," tulis King Faisal International Prize dalam situs resmi.
Salah satu studi yang dianggap berjasa untuk Islam dari Irwandi adalah studinya mengidentifikasi dan memverifikasi DNA babi dalam produk gelatin dan gelatin yang terkandung dalam makanan olahan.
ADVERTISEMENT
Profesor Irwandi juga diketahui mengembangkan metode yang dapat mengidentifikasi zat makanan tidak halal, misalnya alkohol atau babi pada makanan dengan menggunakan ‘Portable Electric Nose’.
Penghargaan KFIP diselenggarakan setiap tahun dan menjadi salah satu ajang terpenting dari Yayasan King Faisal, sebuah organisasi kemanusiaan yang didirikan pada 1976 oleh putra dan putri mendiang Raja Faisal bin Abdulaziz.
KFIP memberikan penghargaan dengan tiga dasar utama, yaitu jasa terhadap Islam, studi Islam, dan literatur serta bahasa Arab yang pertama kali diselenggarakan pada 1979.
Tentang Irwandi Jaswir
Irwandi Jaswir lahir di Medan, 20 Desember 1970. Ia mendapatkan gelar sarjana dari Departemen Teknologi Pangan dan Gizi, Fakultas Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor, pada 1993. Kemudian, ia melanjutkan studinya di Universiti Putra Malaysia untuk mendapatkan gelar PhD. pada 2000.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Irwandi bekerja sebagai Wakil Dekan di International Institute for Halal Research and Training (INHART) dan Dewan Sekretariat Profesor di International Islamic University Malaysia (IIUM).
Profesor Irwandi Jaswir
Profesor Irwandi Jaswir. (Foto: Irwandi Jaswir/Facebook)
Penghargaan ini bukanlah penghargaan internasional pertamanya. Sejauh ini, Irwandi telah mendapatkan lebih dari 60 penghargaan dan penghormatan, salah satunya ketika ia meraih medali emas di ajang The 34th International Exhibiton of Inventions, New Techniques and Products of Geneva, dengan riset 'Rapid Method for Detection of Non-halal Substances in Food' pada 2006.
Selain itu, ia juga pernah mendapatkan penghargaan 'Best Innovation Award' dari World Halal Research Summit 2010 di Kuala Lumpur, Habibie Award pada 2013, dan penghargaan inovasi produk Islam pada 2016 dari Badan Inovasi Malaysia berkat teknologi pendeteksi lemak babi menggunakan E-nose.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan