Biawak Air Tawar Bikin Rusuh di Florida

Seekor Biawak Air Tawar atau Varanus salvator berukuran dua meter lepas dari penangkaran dan sering mengendon di halaman belakang sebuah rumah di daerah Florida, AS.
Dilaporkan IFL Science, biawak itu sudah berada di rumah itu selama lebih dari enam hari dan meneror keluarga yang tinggal di sana.
"Sejak biawak berada di halaman belakang, istri saya menjadi takut untuk pergi ke kolam renang kami," ujar Zachary Lieberman, pemilik rumah.
"Biawak bisa keluar dari semak-semak dan memangsa anak-anak kecil. Yang kami inginkan adalah dia keluar dari lingkungan ini dan kami bisa melanjutkan hidup dengan tenang," tambahnya.
Biawak Air Tawar merupakan hewan asli Asia Tenggara dan Asia Selatan. Biawak ini merupakan salah satu spesies kadal terbesar yang ada di dunia.
Meski tidak berbisa, mulut dari biawak itu memiliki banyak bakteri berbahaya jika masuk ke tubuh manusia melalui gigitan. Selain itu, mereka memiliki gigi-gigi yang mampu merobek bagian tubuh manusia dengan mudah.
Untungnya, biawak tersebut tidak menyerang manusia, dan biasanya baru menggigit ketika merasa terancam.
Sekarang, banyak ahli telah turun tangan untuk berusaha mengusir si biawak dari halaman rumah Lieberman.
"Sebelumnya, dengan bantuan anjing pemburu kami berhasil melacak keberadaan sarangnya di sebuah lubang dalam hutan yang terletak di belakang rumah saya, tapi biawak itu tidak ada di sana," kata Lieberman.
"Kami akhirnya berhasil melihat dia di dekat air, tapi kemudian dia lari ke arah danau dan berenang kabur," keluhnya.
Menurut laporan, biawak ini sering terlihat datang dan pergi di dekat rumah Lieberman. Tapi, ada dugaan jika biawak itu milik salah seorang tetangga Lieberman yang masih berusia 14 tahun. Salah satu media lokal melaporkan bahwa remaja itu awalnya memiliki tiga biawak yang dipelihara di halaman belakangnya, namun sekarang jumlah tersebut hanya tinggal satu.

Populer di Florida
Hewan-hewan eksotis memang cukup populer menjadi peliharaan di Florida. Salah satu alasannya adalah keberadaan bandara internasional di Miami dan juga iklim Florida yang cocok bagi banyak hewan-hewan tersebut.
Namun, yang menjadi masalah dari memelihara hewan-hewan seperti ini adalah ketika ada peliharaan yang kabur atau dibuang oleh pemiliknya.
Kemudian keberadaan mereka dapat mengganggu ekosistem, terutama kehidupan manusia. Terlebih jika mereka berhasil bertemu dengan spesies sejenis dan berkembang biak, tentu akan semakin mengganggu.
Kini ada lima spesies eksotis yang menjadi spesies invasif di Florida. Sanca bodo misalnya, ular ini dikenal sebagai Burmese python dan sejak 1980-an telah berhasil mengkolonisasi beberapa daerah di Florida.
