Kumparan Logo

Bintang Porno Spanyol Dituduh Bunuh Pria dalam Ritual Racun Kodok

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nacho Vidal, bintang porno Spanyol. Foto: commons.wikimedia
zoom-in-whitePerbesar
Nacho Vidal, bintang porno Spanyol. Foto: commons.wikimedia

Bintang porno asal Spanyol dituduh melakukan pembunuhan terhadap seorang pria dalam ritual mistis dengan cara menghirup racun kodok psychedelic.

Dilaporkan La Vanguardia, produser sekaligus bintang porno Spanyol, Nacho Vidal, diamankan pihak kepolisian Valencia tenggara karena diduga telah melakukan kelalaian sehingga menyebabkan seorang fotografer model bernama Jose Luis Abad meninggal dunia pada Juli 2019.

Luis tewas dalam sebuah upacara perdukunan untuk mengatasi Luis dari kecanduan narkoba. “Polisi mulai menyelidiki kematian korban dari ritual mistik yang melibatkan racun bufo alvarius untuk dihirup,” ujar pihak kepolisian seperti dikutip The Guardian.

“Kami akhirnya dapat membuktikan bahwa telah terjadi kelalaian prosedur yang menyebabkan orang kehilangan nyawanya dan penyalahgunaan kesehatan masyarakat, yang diduga dilakukan oleh para pelaku yang mengorganisir dan memimpin ritual tersebut.”

Bufo alvarius yang dikenal dengan sebutan kodok Gurun Sonora. Foto: commons.wikimedia

Bufo alvarius yang dikenal dengan sebutan kodok Gurun Sonora atau kodok Sungai Colorado dapat ditemukan di utara Meksiko dan barat daya Amerika Serikat. Mekanisme pertahanan utamanya adalah kelenjar yang dapat menghasilkan halusinogen 5-metoksi-N, N-dimethyltryptamine (5-MeO-DMT) yang mampu membunuh anjing dewasa.

Sudah lama kodok Gurun Sonora dipakai sebagai ritual perdukunan. Orang-orang menggunakan sekresi kodok sebagai obat pengontrol pikiran dan perawatan alami untuk masalah kesehatan mental--semacam obat psikotropika.

Orang zaman dulu biasanya menjilat tubuh kodok secara langsung untuk mendapatkan racun sebagai obat. Kendati lazimnya, racun diekstraksi terlebih dahulu menjadi semacam debu dan kemudian diisap. Dukun di Meksiko telah menggunakan zat ini selama beberapa dekade. Efek halusinogen biasanya berlangsung cukup cepat, sekitar kurang lebih 20 menit.

“Obat ini menyebabkan halusinasi yang berbeda dalam banyak kasus sehingga tidak aman jika digunakan di sebuah pesta. Jika orang-orang diberi dosis terlalu tinggi, mereka bisa 'pucat' dan terlepas dari pikiran dan tubuh mereka," ujar Alan K. Davis, psikolog klinis dan Asisten Profesor di Unit Penelitian Psychedelic di Johns Hopkins University, seperti dikutip IFL Science.

Bufo alvarius yang dikenal dengan sebutan kodok Gurun Sonora atau kodok Sungai Colorado. Foto: flickr

Polisi Spanyol telah memperingatkan bahwa penggunaan zat tersebut sangat berbahaya dan tidak dijual serta digunakan kepada orang biasa sebagai terapi menyembuhkan penyakit atau kecanduan.

“Ini adalah kegiatan yang biasa dilakukan untuk tujuan terapeutik atau pengobatan, biasanya dilakukan dalam kegiatan yang tampaknya menjadi ritual leluhur yang tidak ofensif, tetapi jelas bisa menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat,” papar pihak kepolisian Spanyol.

Kendati sudah ada penelitian yang menunjukkan bahwa Bufo alvarius punya efek positif dalam pengobatan depresi, kecemasan, dan stres, namun tetap saja tidak direkomendasikan untuk digunakan di luar pengaturan klinis.