kumparan
search-gray
Tekno & Sains23 September 2019 8:41

BMKG: Waspadai Potensi Angin Kencang di Jakarta Senin Siang Ini

Konten Redaksi kumparan
BMKG: Waspadai Potensi Angin Kencang di Jakarta Senin Siang Ini (153072)
Ilustrasi Kota Jakarta. (Foto: Iqbal Firdaus/kumparan)
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi angin kencang di wilayah DKI Jakarta pada Senin (23/9) siang ini dengan prakiraan cuaca cerah di seluruh wilayah ibu kota. Berdasarkan informasi situs resmi BMKG, www.bmkg.go.id, sebagaimana dilansir Antara, angin kencang dengan kecepatan 28 km/jam diprediksi akan menerpa wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.
ADVERTISEMENT
Jakarta Pusat pada siang hari diprediksi akan diterpa angin berkecepatan 28 km/jam dengan suhu antara 25-33 derajat Celsius dan kelembapan udara 65 persen. Hal serupa turut diprediksikan akan terjadi pada siang hari di wilayah Jakarta Utara dengan kecepatan angin 28 km/jam dan suhu di antara 25-33 derajat Celsius serta kelembapan udara sebesar 65 persen.
Adapun kawasan Kepulauan Seribu diprediksi akan diterpa angin berkecepatan 28 km/jam sejak siang hingga malam hari dengan cuaca cerah berawan dengan suhu 26-31 derajat Celsius disertai kelembapan udara sebesar 70 persen.
BMKG: Waspadai Potensi Angin Kencang di Jakarta Senin Siang Ini (153073)
Pulau Putri, Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (18/8). Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Jakarta Barat juga diprediksi akan diterpa angin yang cukup kencang. Wilayah tersebut bakal diterpa angin berkecepatan 19 km/jam pada siang hari yang memiliki suhu 24-34 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 50-85 persen.
ADVERTISEMENT
Angin berkecepatan 19 km/jam pada siang hari juga diprediksi akan melewati wilayah Jakarta Timur yang diperkirakan cerah dengan suhu udara 24-34 derajat Celsius dan kelembapan udara sebesar 45-85 persen.
Kemudian Jakarta selatan diprediksi akan dilalui angin berkecepatan 19 km/jam pada siang hari yang memiliki suhu 24- 35 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 45- 85 persen.
Pada dasarnya, secara ilmiah, angin kencang terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara satu wilayah dengan wilayah yang lainnya. Perbedaan tekanan udara inilah yang membuat angin berembus kencang dari wilayah bertekanan udara tinggi ke wilayah bertekanan udara rendah.
BMKG biasa mengabarkan adanya potensi angin kencang agar masyarakat, terutama yang sedang atau akan melakukan perjalanan, agar dapat lebih berhati-hati dan mewaspadai cuaca atau kondisi udara di wilayah mereka.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white