Kumparan Logo

Bobi Si Anjing Tertua di Dunia Kini Berusia 31 Tahun

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bobi meraih titel anjing tertua di dunia oleg Guinness World Record Foto: Guinness World Records
zoom-in-whitePerbesar
Bobi meraih titel anjing tertua di dunia oleg Guinness World Record Foto: Guinness World Records

Seekor anjing dari Portugal dinobatkan anjing tertua oleh Guinness World Record pada Februari 2023 lalu. Kala itu Bobi—nama anjing tersebut—berusia 30 tahun 266 hari.

Pada 11 Mei kemarin, Bobi merayakan ulang tahunnya ke 31, menegaskan singgasananya sebagai anjing tertua saat ini dan anjing tertua yang pernah tercatat.

Bobi lahir pada 11 Mei 1992. Bobi dipelihara oleh keluarga Costa yang tinggal di pedesaan Conqueiros, Leiria, Portugal.

Bobi merupakan anjing Rafeiro do Alentejo, ras anjing penjaga ternak asli Pertugal. Rafeiro do Alentejo biasanya punya angka harapan hidup 12 hingga 14 tahun.

Rekor anjing tertua sebelumnya dipegang oleh Bluey asal Australia, yang hidup hampir seabad sebelumnya. Bluey hidup dari tahun 1910, dan meninggal di tahun 1939 di usia 29 tahun 5 bulan.

Bobi di usia 7 tahun. Foto: Guinness World Records

Bobi lahir sebagai satu dari empat anak anjing jantan. Ia lahir di sebuah bangunan di luar, tempat keluarga Costa menyimpan kayu.

“Saya berumur delapan tahun (saat itu),” kata Leonel Costa (38), sang pemilik Bobi.

“Ayah saya adalah seorang pemburu, dan kami selalu memiliki banyak anjing.”

Karena jumlah hewan yang mereka miliki saat itu sudah begitu banyak, ayah Leonel saat itu memutuskan bahwa mereka tidak dapat memelihara anak anjing yang baru lahir lagi, dilansir laman Guinness World Record.

Bobi, anjing tertua di dunia Foto: Guinness World Records

Di masa Leonel kecil, keluarga yang sudah memiliki terlalu banyak hewan peliharaan, biasanya akan mengambil keputusan berat. Beberapa orang dewasa terpaksa akan mengubur hewan di dalam lubang, agar tidak bertahan hidup. Hal tersebut masih dianggap hal normal pada saat itu.

Leonel ingat bahwa dia dan saudara laki-lakinya sangat sedih, bahkan sampa hari-hari berikutnya. Hari demi hari, kecurigaan perlahan muncul.

Mereka kerap melihat ibu mereka yang bernama Gira, beberapa kali datang ke bangunan tempat anak-anak anjing itu ditemukan.

"Kalau hewan-hewan itu sudah tidak ada lagi, kenapa (ibu) masih pergi ke sana?”

Leonel dan saudaranya lalu memutuskan untuk diam-diam mengikuti ibunya ke lokasi penemuan empat anak anjing. Ternyata ada anak anjing (Bobi) yang tertinggal tak ikut terkubur.

Leonel dan saudaranya saat itu tak mengetahui apakah ibunya tahu, bahwa masih ada satu anak anjing yang tertinggal atau tidak. Intinya, Bobi tak mengalami nasib sama seperti saudara-saudaranya.

Awalnya Leonel dan saudara-saudaranya berpikiran untuk merahasiakan keberadaan Bobi, sampai Bobi dapat mampu membuka matanya sendiri.

“Kami tahu bahwa ketika anjing itu membuka matanya, orang tua saya tidak akan menguburnya lagi,” jelas Leonel.

Bobi, anjing tertua di dunia di usia mencapai 31 tahun. Foto: Guinness World Records

Butuh waktu satu hingga dua minggu bagi anak anjing yang baru lahir untuk membuka mata untuk pertama kalinya. Mereka hanya dapat melakukannya setelah sistem saraf pusat mereka berkembang dan mata mereka sepenuhnya terbentuk.

Benar saja, orang tua Leonel akhirnya mendapati Bobi dalam kondisi sudah dapat membuka matanya sejak waktu kelahiran. Bobi hidup sampai sekarang dan sudah menjadi bagian dari keluarga.

Cerita bergulir sampai Bobi menjadi kini menjadi anjing tertua di dunia.