Bocah Berusia 7 Tahun Lumpuh akibat Gigitan Kutu Langka

Seorang ibu di Colorado, Amerika Serikat, berbagi pengalaman di laman Facebook miliknya soal kasus yang menimpa anaknya. Perempuan bernama Heidi Ganahl itu menceritakan bagaimana anaknya, Jenna, menderita kelumpuhan usai pulang berkemah.
Dilaporkan CBS Denver, kelumpuhan yang menimpa bocah berusia 7 tahun itu diduga akibat digigit seekor kutu langka yang ditemukan bersarang di rambutnya.
“Butuh waktu seminggu bagi saya untuk menulis ini karena sangat menakutkan, tetapi saya ingin memberitahu teman-teman saya agar anak-anaknya hidup lebih waspada," tulis Heidi di akun Facebook miliknya.
"Jenna, anak kami yang berusia 7 tahun, pulang dari kemah pertamanya dengan beberapa kutu di kepala yang bersembunyi di rambutnya. Aku mengeluarkannya (kutu), memanggil dokter, dan mengawasi luka gigitannya."
Saat Jenna mengalami sakit yang tidak biasa, dokter yang memeriksanya tak percaya bahwa gigitan kutu adalah penyebabnya. Alhasil, kondisi Jenna semakin memburuk. 10 hari setelah kembali dari perjalanan berkemah, kaki Jenna mulai mengalami kelumpuhan.
Ganahl langsung membawa putrinya ke Rumah Sakit Anak Colorado di Anschutz. Sejumlah dokter melakukan pemeriksaan dan mendiagnosis Jenna mengalami kelumpuhan kutu, penyakit menular yang disebabkan oleh neurotoksin yang diproduksi di kelenjar ludah kutu. Saat kutu melekat pada kepala manusia dalam waktu lama atau beberapa kutu masih tertinggal di sana, maka toksin kutu dapat masuk melalui kulit.
“Itu bisa diungkap karena ada dokumen yang menyatakan kesamaan dengan dua kasus lain dalam beberapa minggu terakhir, dan kasus ini sangat jarang terjadi sehingga dianggap tidak normal karena terjadi 3 kali dalam 3 minggu,” ujar Ganahl.
Dan benar saja, beberapa kutu ternyata masih ada di kepala Jenna yang langsung dibuang oleh dokter. Setelah semua kutu hilang, kelumpuhan biasanya mereda dalam waktu 24 jam.
"Itu adalah 12 jam yang mengerikan ketika kami menunggu untuk melihat apakah mereka mampu menghilangkan semua kutu yang menghasilkan racun dalam kepala Jenna," tulis Ganahl.
Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal NCBI pada 2017, tentang kelumpuhan kutu di British Columbia, apabila kutu tidak terdeteksi atau salah didiagnosis, maka kelumpuhan yang disebabkan kutu dapat menyebabkan kegagalan pernafasan atau bahkan kematian. Tingkat kematiannya dilaporkan 10 hingga 12 persen.
Beruntung, hal itu tidak terjadi pada Jenna, dan gejala-gejala yang menimpanya hilang setelah seluruh kutu dihilangkan. “Dia sekarang baik-baik saja, dan tidak pernah mau lagi pergi ke hutan,” ungkap Ganahl, seperti dikutip dari IFL Science.
