Bola Api Terekam Kamera Melesat di Atas Langit Malam AS

28 September 2021 14:02 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Bola api misterius yang melintas di langit malam. Foto: Perth Observatory
zoom-in-whitePerbesar
Bola api misterius yang melintas di langit malam. Foto: Perth Observatory
ADVERTISEMENT
Sebuah bola api diduga meteor terekam kamera CCTV melesat di atas langit malam Calorina Utara dengan kecepatan 51.500 km/jam pada Jumat (24/9).
ADVERTISEMENT
Berdasarkan laporan American Meteor Society (AMS), lebih dari 80 orang menyaksikan peristiwa meteor jatuh tersebut. Yang mana menurut NASA, ini hanya satu dari lima meteor yang dilaporkan membumbung di atas Amerika Serikat.
Lebih lanjut NASA mengatakan, ketika jatuh meteor mengikuti lintasan timur laut, bergerak 42 km melalui atmosfer atas Bumi sebelum akhirnya hancur 45 km di atas Morehead City, North Carolina.
Bola api sendiri merupakan meteor terang berasal dari luar angkasa. Secara teori, mereka sebenarnya terlihat pada siang hari. Meteor yang terlihat siang hari pernah terjadi pada Maret 2021, di mana batu luar angkasa itu menerangi langit sore di seluruh bagian Inggris.
Meteor akan tampak luar biasa ketika masuk ke atmosfer, karena ukurannya yang besar, meluncur dengan kecepatan tinggi, menciptakan gesekan ketika mereka menghantam atmosfer Bumi.
ADVERTISEMENT
Saat bola api memasuki atmosfer, itu akan melesat dengan kecepatan tinggi, melebihi kecepatan suara atau sekitar 40.000 hingga 260.000 km/jam. Terkadang, kecepatan tinggi itu dibarengi dengan ledakan sonik yang luar biasa.
Rekaman video yang diambil kamera cctv sebuah rumah warga di Rowland Pond, North Carolina, menunjukkan batu luar angkasa menyala meninggalkan jejak api menakjubkan di langit malam sebelum menghilang di balik tutupan pohon.
Jika bola api meledak di atas kepala, itu dapat menyebabkan kerusakan yang serius. Peristiwa meteor paling eksplosif dalam sejauh modern pernah terjadi di kota Chelyabinsk dengan daya ledak setara 400 hingga 500 kiloton TNT atau sekitar 26 hingga 33 kali lebih besar ketimbang bom Hiroshima.
Kala itu bola api meledak dan hancur berkeping-keping hingga menghujani kota Chelyabinsk. Ledakan itu sampai merusak bangunan, memecahkan kaca jendela, dan melukai sekitar 1.200 orang.
ADVERTISEMENT
Sementara di masa kuno, baru-baru ini peneliti menemukan bukti bahwa bola api pernah meledak di atas Timur Tengah Tall el-Hamman sekitar 3.600 tahun lalu. Ledakannya kira-kira setara 1.000 kali lebih kuat ketimbang bom Hiroshima dengan gelombang kejut yang sangat kuat hingga menewaskan siapa saja yang ada di sekitarnya.