Kumparan Logo

BPPT: Alat Deteksi Dini DBD Kami Masih Tahap Uji Coba

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alat Diagnostik Penyakit Demam Berdarah Foto: Dok. BPPT
zoom-in-whitePerbesar
Alat Diagnostik Penyakit Demam Berdarah Foto: Dok. BPPT

Alat pendeteksi dini demam berdarah dengue (DBD) buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) jadi perhatian masyarakat sejak diungkap pada 31 Januari 2019.

Meski ramai diperbincangkan, namun banyak informasi yang belum jelas soal alat tersebut. Agar simpang siur informasi ini tidak terus berlanjut, BPPT kemudian memberikan pernyataan tambahan perihal kit diagnostik DBD mereka.

kumparan post embed

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan di situs resminya, BPPT berkata alat tersebut masih dalam bentuk purwarupa untuk uji coba. Karena masih tahap pengujian, produk belum diproduksi secara massal dan dikomersialkan. "Saat ini BPPT sedang melakukan pembahasan dengan mitra industri dalam rangka hilirisasi dan komersialisasi. Jadi produk kit diagnostik hasil pengembagnan BPPT ini belum diproduksi secara massal dan masih menunggu tahap kerja sama dengan mitra industri, kata Plt. Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) BPPT, Agung Eru Wibowo, dalam pernyataan resmi, Senin (4/2). "Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, kit deteksi dengue ini segera bisa diproduksi secara massal untuk membantu mengatasi penanganan wabah demam berdarah di Indonesia."

Alat Diagnostik Penyakit Demam Berdarah Foto: Dok. BPPT

Agung juga menjelaskan, kit diagnostik DBD rancangan BPPT merupakan pengembangan anti NS1 antibodi monoklonal (mAb) berbasis virus dengue lokal. Pengembangan itu diharapkan dapat memberikan sensitifitas dalam deteksi virus yang lebih baik. "Komponen utama prototip kit diagnosis dengue BPPT berupa antibodi monoklonal anti-NS1 terbukti dalam skala laboratorium dapat mengenali virus dengeu strain lokal Indonesia," tambah Agung. Selain itu, BPPT juga mengingatkan kepada masyarakat bahwa alat ini dirancang untuk digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan. Penggunaannya tidak dianjurkan sebagai diagnosis secara mandiri.

Alat Diagnostik Penyakit Demam Berdarah Foto: Dok. BPPT

Deputi Teknologi Agroindustri BPPT Soni S. Wiarawan mengatakan, pihaknya sedang berusaha untuk mencari solusi dari ancaman wabah DBD, dengan mengembangkan alat kit Diagnostik Demam Berdarah Dengeu (DBD) yang dapat medeteksi potensi demam berdarah dengan cara yang mudah dan sederhana. "Semoga purwarupa inovasi alat tes atau diagnostik DBD, bisa cepat mendapatkan mitra industri dalam negeri untuk dapat di produksi secara massal. Kami inginkan ya, mitra industri yang akan memproduksi massal kit DBD ini, dapat segera melakukan produksi dan digunakan untuk mempercepat deteksi dan tindakan penanganan demam berdarah di Indonesia," ungkapnya.