Bukan Cheetah, Ini Hewan Tercepat di Dunia yang Melesat Setara MotoGP

1 September 2021 7:02 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Cheetah, satwa liar yang terancam punah Foto: tpsdave/pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Cheetah, satwa liar yang terancam punah Foto: tpsdave/pixabay
ADVERTISEMENT
Sebagian besar orang pasti menjawab cheetah ketika ditanya apa hewan tercepat di dunia. Faktanya, cheetah bukanlah satu-satunya hewan tercepat di dunia, karena ada raja kecepatan lain yang bahkan mampu mengalahkan motoGP.
ADVERTISEMENT
Bagaimanapun, kecepatan lari cheetah (Acinonyx jubatus) memang tak bisa terbantahkan, dan tidak ada yang salah ketika kita menganggap kucing besar itu sebagai hewan tercepat di dunia.
Menurut Smithsonian National Zoo & Conservation Biology Institute, cheetah mampu berlari dengan kecepatan tertinggi mencapai 103 km/jam hingga 113 km/jam. Mereka bisa dengan mudah melibas hewan tercepat lainnya, seperti kuda, antelop, dan rusa.
John Hutchinson, profesor biomekanik evolusioner di Royal Veterinary College di London, mengatakan bahwa kombinasi panjang kaki, ukuran otot, dan langkah yang lebar memberi cheetah tubuh ideal untuk berlari melintas daratan. Selain itu, kecepatan juga terkait erat dengan ukuran.
Sejumlah antelop berjalan di danau yang mengering, di Delta Okavango, Afrika. Foto: AFP/MONIRUL BHUIYAN
Kecepatan akan meningkat jika ukuran tubuh lebih optimal. Di luar itu, hewan dengan ukuran tubuh lebih besar bergerak lebih lambat karena mereka membutuhkan lebih banyak energi untuk berakselerasi. Di sinilah keunggulan cheetah karena mereka memiliki ukuran tubuh yang optimal untuk berlari.
ADVERTISEMENT
Namun, cheetah hanyalah hewan tercepat di darat dalam jarak pendek. Itu tak lain karena mereka tidak mengejar mangsa dengan kecepatan tinggi dalam jarak jauh. Strategi berburu mereka lebih bertumpu pada mempercepat manuver dalam jarak yang lebih dekat. Artinya, daya tahan mereka terbatas.
Meski tak ada spesies darat lain yang mampu berlari mencapai 103 atau 113 km/jam, namun antelop pronghorn (Antilocapra americana), menurut Built for Speed: A Year in the Life of Pronghorn, diperkirakan punya kecepatan mencapai 97 km/jam dan dapat mempertahankan kecepatannya sampai 72 km/jam.
Sekarang mari kita beralih ke hewan laut dan burung, persaingan benar-benar semakin panas. Menurut Guinness World Records, kecepatan manuver peregrine falco atau alap-alap kawah (Falco peregrinus) tercatat lebih dari 332 km/jam.
Peregrine falcon atau Alap-alap kawah. Foto: National Wildlife Federation
Faktanya, mereka mungkin bisa terbang lebih cepat mencapai 563 km/jam nyaris 2 kali lebih cepat dari motoGP yang bisa melaju 356 km/jam, kendati para ilmuwan belum pernah mendokumentasikan kecepatan tersebut.
ADVERTISEMENT
“Cukup banyak burung yang bisa terbang lebih cepat daripada cheetah,” kata Hutchinson.
Burung walet biasa (Apus apus) bisa terbang dengan kecepatan 111 km/jam, dan ekor jarum putih (Hirundapus caudacutus) diperkirakan mencapai kecepatan 169 km/jam. Lautan juga punya deretan hewan yang masuk dalam geng' elite speedster.
Menurut Britannica, Marlin hitam (Istiompax indica) bisa bergerak dengan kecepatan 129 km/jam. Sementara ikan todak (Xiphias gladius) dan ikan layar (Istiophorus), menurut ReefQuest Center for Shark Reserach, dapat melaju dengan kecepatan 97 km/jam dan 109 km/jam.
Dengan begitu, cheetah bukanlah hewan tercepat di dunia karena masih ada Marlin hitam, elang peregrin, dan burung walet yang jauh lebih cepat darinya. Tapi, jika pertanyaannya diubah menjadi, apa hewan tercepat di darat? Cheetah adalah pemenangnya.
ADVERTISEMENT