Kumparan Logo

Bukan Jakarta, Ini Kota Terpadat dan Terbesar di Dunia

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah Panggung 11 Lantai di Hongya Cave, Chongqing, China. Foto: Tiara Hasna/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Panggung 11 Lantai di Hongya Cave, Chongqing, China. Foto: Tiara Hasna/kumparan

Kalau kamu berpikir DKI Jakarta adalah kota terpadat dan terbesar di dunia, segera buang jauh pikiran tersebut. Karena ada kota lain di dunia yang memiliki luas dan penduduk yang lebih banyak daripada Jakarta.

Menurut data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, jumlah penduduk Ibu Kota diperkirakan mencapai 11,6 juta jiwa, hidup wilayah seluas 661,5 km persegi. Jika dibandingkan dengan Chongqing, Jakarta hanya sebagian kecil dari wilayahnya.

Chongqing adalah sebuah kota di China yang sangat besar. Di peta, kota ini sering disebut mirip dengan seekor ayam. Chongqing terletak di pertemuan Sungai Jialing dan Sungai Yangtze, dengan letak geografis yang sangat strategis.

“Ini adalah tempat di mana lingkungan sekitar bertengger di tebing, terhubung dengan jalan layang setinggi 20 lantai di atasnya,” tulis Oliver Wainwright, kritikus arsitektur dan desain untuk Guardian. “Jalur kereta bawah tanah muncul dari terowongan di pegunungan, lalu terjun langsung ke tengah gedung pencakar langit perumahan, yang muncul secara tidak terduga dari lereng terjal.”

Untuk mencapai satu tempat ke tempat lain, pejalan kaki harus menaiki tangga curam yang mengarah ke eskalator bawah tanah, lalu menyebrangi jalan setapak menuju lift yang membawa kita ke sisi tebing. Di Chongqing, kereta listrik menembus di antara celah bangunan gedung pencakar langit.

Stasiun Liziba di Chongqing China Ilusi Jalur Kereta 'Tabrak' Bangunan Apartemen. Foto: Tiara Hasna/kumparan

“Di Chongqing, peta nyaris tidak berguna. Dibangun di atas serangkaian lereng gunung yang sangat curam dan lembah menjulang tinggi, ini adalah fenomena perkotaan yang menakjubkan untuk dilihat, kota yang membentang vertikal yang hanya dapat dipahami dalam tiga dimensi,” kata Wainwright.

“Pengalaman menjelajahi kota ini terasa seperti berada di antara film Inception dan permainan ular tangga. Ini adalah kota besar yang menentang sekaligus membingungkan.”

Lantas berapa penduduk di kota ini? Dilansir IFL Science, ada sekitar 32 juta jiwa yang tinggal di Chongqing, dan jumlah ini terus bertambah. Dengan luas lebih dari 82.400 kilometer persegi, kota ini kira-kira berukuran sebesar Kepulauan Nusa Tenggara.

Luas wilayahnya yang sangat besar mencakup daerah pedesaan dengan luas sekitar 14 kali lebih besar dari pusat kota. Dengan begitu, wilayah perkotaan di Chongqing sebenarnya lebih kecil daripada kota itu sendiri. Namun, perkotaan menampung lebih dari 70 persen populasi.

Sejarah Chongqing berawal lebih dari 3.000 tahun lalu. Dia telah menjadi ibu kota negara, pelabuhan, dan pusat transportasi jauh sebelum era Dinasti Qing, serta menjadi pusat wilayah daratan selama berabad-abad. Kini, Chongqing mendapatkan reputasi sebagai kota dengan pertumbuhan sangat pesat.

Liberation Monument di Pusat Kota Chongqing, China. Foto: Tiara Hasna/kumparan

“Pada tahun 1968, China memulai perjalanan reformasi yang membuat masyarakat Komunisnya yang dulu tertutup menjadi terbuka terhadap dunia di sekitarnya yang mengglobal dengan cepat,” jelas Gestalten. “Transformasi mentalitas, ekonomi, dan budaya ini akan mengubah Republik Rakyat Tiongkok menjadi negara adikuasa modern.”

Pada 1968, Chongqing hanya memiliki sekitar 2,3 juta jiwa, jumlah yang sangat besar pada masanya. Namun, perhatian Partai Komunis pada kota tersebut membuat infrastruktur dan penduduk di sana berkembang sangat pesat. Pada 1979, ada sekitar 6,3 juta penduduk. Jumlah ini bertambah menjadi sekitar 13,9 juta penduduk pada 1983, dan melesat mencapai 28,8 juta jiwa pada 1997. Pada 2024, Chongqing memiliki 32 juta penduduk.

Chongqing bukan satu-satunya kota terbesar di China. Saat ini, ada enam kota terbesar di dunia berada di China.

“China telah mengubah dirinya menjadi mesin urbanisasi yang berjalan lancar. Tingkat urbanisasinya diperkirakan akan meningkat hampir dua kali lipat dari 36 persen pada tahun 2002, menjadi 70 persen pada tahun 2050 atau sekitar 400 hingga 700 juta orang,” papar sebuah artikel yang terbit di majalah Gestalten.