Bukan Tambah Besar, Kecebong Raksasa Ini Malah Berubah Jadi Katak Kecil

3 Januari 2024 7:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Spesimen Smilisca baudinii yang telah mati, menjadi makanan favorite bagi Triprion petasatus. Foto: Herpetological Review
zoom-in-whitePerbesar
Spesimen Smilisca baudinii yang telah mati, menjadi makanan favorite bagi Triprion petasatus. Foto: Herpetological Review
ADVERTISEMENT
Jika biasanya kecebong di kolam bermetamorfosis menjadi katak dewasa punya ukuran tubuh yang jauh lebih besar dari sebelumnya, maka berbeda dengan katak yang satu ini. Alih-alih jadi besar, ukurannya justru menyusut saat dia semakin dewasa.
ADVERTISEMENT
Katak paradoks (Pseudis paradoxa) atau dikenal sebagai katak menyusut, hidup di Amerika Selatan bagian utara dan Trinidad. Mengapa dia disebut sebagai spesies luar biasa? Ini karena katak paradoks memiliki cara metamorfosis yang cukup aneh. Tubuhnya akan semakin kecil saat dia beranjak dewasa.
Ketika katak paradoks berada dalam wujud kecebong, dia memiliki ukuran yang sangat besar yakni 22 sentimeter. Namun, saat dia bermetamorfosis menjadi katak dewasa, ukuran tubuhnya malah menyusut jadi 8 sentimeter. Hewan ini tiga hingga empat kali lebih kecil dibanding saat mereka jadi kecebong.
Spesies lain dalam genus Pseudis juga menunjukkan perubahan ukuran yang tak biasa ini, tapi katak paradoks memegang rekor kecebong terbesar. Jadi bagaimana berudu si paradoks bisa sangat besar?
ADVERTISEMENT
Sebuah penelitian yang terbit di Herpetological Journal pada 2009 menemukan bahwa tingkat pertumbuhan kecebong Pseudis pada dasarnya sama dengan yang lain, namun kecebong paradoks bisa terus tumbuh dan berkembang.
Pada saat kecebong mengalami metamorfosis menjadi dewasa, kecebong jantan mulai memproduksi sperma yang pada dasarnya sudah matang. Sementara kecebong betina mengembangkan telur mereka, yang biasanya terjadi pada tahap katak remaja dalam siklus hidup.
Keunikan lain dari kecebong Pseudis adalah ekornya yang panjang dengan kepala besar. Ukurannya yang jumbo saat masih jadi kecebong membuat katak paradoks memiliki pertumbuhan yang lebih lama dibandingkan dengan spesies lain, dan berkembang dengan baik saat proses metamorfosis.
Setelah menjadi dewasa, tubuh akan jauh lebih kecil dan mereka tidak akan tumbuh lebih besar lagi. Tubuhnya akan tetap dan menurut peneliti, hilangnya ekor lah yang membuat katak tampak menyusut saat dewasa.
ADVERTISEMENT