Bumi Simpan Cadangan Emas yang Sangat Besar, Ini Kata Ilmuwan
·waktu baca 3 menit

Ilmuwan menyebut bahwa di dalam inti Bumi, terdapat cadangan emas yang sangat besar. Emas itu lalu bocor keluar melalui mantel dan masuk ke kerak Bumi. Hal ini diungkap dalam studi yang terbit di jurnal Nature.
Studi terhadap isotop yang ditemukan di batuan vulkanik yang keluar dari dalam litosfer telah mengungkap logam mulia di kerak Bumi, termasuk emas, yang awalnya bocor keluar dari inti Bumi sebelum memulai perjalanan panjang hingga ke permukaan, terbawa oleh aliran magma.
“Saat hasil pertama keluar, kami menyadari bahwa kami benar-benar telah menemukan emas!” kata Nils Messling, ahli geokimia dari Göttingen University di Jerman. “Data kami mengonfirmasi bahwa material dari inti, termasuk emas dan logam mulia lainnya, bocor ke mantel Bumi di atasnya.”
Meski kita bisa mendapatkan emas di kerak Bumi, menurut peneliti jumlah itu hanya sebagian kecil dari total yang dimiliki planet ini. Messling mengatakan, Bumi masih menimbun sebagian besar emasnya. Penelitian menunjukkan lebih dari 99 persennya berada di inti logamnya, cukup untuk menutupi seluruh daratan Bumi dengan emas setebal 50 centimeter.
Bagaimana emas bisa tertimbun di inti Bumi. Jadi unsur-unsur yang lebih berat tenggelam melalui bagian dalam planet yang lunak dan berakhir tersimpan di inti yang terdiferensiasi, sebuah proses yang dikenal sebagai “iron catastrophe”. Kemudian, tumbukan meteorit mengirimkan lebih banyak emas dan logam berat ke kerak Bumi.
Meski kita memiliki bukti kuat bahwa helium purba dan isotop besi bocor dari inti Bumi, masih belum jelas berapa banyak logam berat yang kita temukan di permukaan berasal dari inti dan berapa banyak yang berasal dari luar angkasa.
Kendati begitu, ada cara untuk menyelidikinya, yakni lewat isotop logam berat yang disebut retenium. Isotop adalah varian dari unsur yang sama yang memiliki jumlah neutron berbeda. Isotop rutenium di inti Bumi sedikit berbeda dengan rutenium di permukaan. Perbedaan itu sangat kecil untuk dideteksi, tapi Messling dan rekannya mengembangkan teknik analisis baru yang memungkinkan mereka membedakannya.
Mereka menggunakan teknik untuk mempelajari rutenium yang digali dari batuan vulkanik di kepulauan Hawaii, dan menemukan jumlah rutenium-100 yang jauh lebih tinggi daripada yang dapat ditemukan di mantel bumi. Ini adalah isotop rutenium berasal dari inti Bumi.
Penemuan ini menunjukkan bahwa semua unsur siderofil bocor keluar dari inti Bumi, termasuk rutenium dan beberapa unsur lain seperti paladium, rhodium, platinum, dan emas.
“Temuan kami tidak hanya menunjukkan bahwa inti Bumi tidak terisolasi seperti yang diasumsikan sebelumnya. Kami kini juga dapat membuktikan bahwa sejumlah besar material mantel yang sangat panas berasal dari batas inti-mantel dan naik ke permukaan Bumi untuk membentuk pulau-pulau samudra seperti Hawaii."
