Kumparan Logo

Burung Kasuari yang Bunuh Pemiliknya Dilelang

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seekor Burung Kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus) berkeliaran di kawasan Sungai Palu, Sulawesi Tengah. Foto: Antara/Mohamad Hamzah
zoom-in-whitePerbesar
Seekor Burung Kasuari gelambir tunggal (Casuarius unappendiculatus) berkeliaran di kawasan Sungai Palu, Sulawesi Tengah. Foto: Antara/Mohamad Hamzah

Dua pekan lalu, seorang pria bernama Marvin Hajos dari Florida, AS, tewas akibat cakaran burung kasuari peliharaannya. Burung yang berasal dari Papua dan Australia ini memang disebut-sebut sebagai salah satu burung paling berbahaya di dunia.

Sekarang, sebagaimana permintaan pemiliknya, burung kasuari itu akan dijual. Burung yang membunuh pria berusia 75 tahun itu dilelang bersama 100 hewan eksotis lain yang jadi peliharaan Hajos.

Pelelangan ini dilakukan oleh Gulf Coast Livestock Auction. Semua orang bisa mengikuti pelelangan, tapi pihak media dilarang meliputnya.

Bahkan menurut pengumuman dari pihak penyelenggara, siapa pun yang mencoba merekam pelelangan akan diusir keluar dan rekaman mereka akan dihancurkan. Hal ini, menurut laporan The New York Times, atas dasar permintaan keluarga Hajos yang ingin menjaga privasi mereka.

facebook embed

Pada Jumat (12/4), Hajos ditemukan bersimbah darah di dekat kandang burung kasuari peliharaannya. Hajos mendapat luka cakaran dari burung kasuari peliharaannya dan meninggal di rumah sakit.

Berdasarkan laporan dari The New York Times, Hajos saat itu ingin memeriksa telur dari burung kasuari tersebut. Diduga, kemudian burung kasuari betina itu menyerang Hajos untuk melindungi telurnya.

Burung kasuari bisa berbahaya. Burung ini biasanya memiliki tinggi dua meter dan punya berat hingga 59 kilogram. Selain itu, mereka dilengkapi dengan "senjata" mematikan.

Burung kasuari punya tiga jari yang lengkap dengan cakar tajam. Yang paling berbahaya adalah bagian cakar tengahnya karena punya ukuran lebih panjang.

Eric Slovak, kurator burung di National Zoo, Washington, AS, mengatakan bahwa ada kemungkinan kaki-kaki burung kasuari berevolusi demikian untuk membantu mereka bergerak di hutan.

embed from external kumparan