kumparan
search-gray
Tekno & Sains27 September 2018 17:50

Burung Terbesar di Dunia yang Telah Punah Akhirnya Diberi Nama

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi Vorombe titan.
Ilustrasi Vorombe titan, burung terbesar di dunia. (Foto: Jaime Chirinos via jurnal Royal Society Open Science.)
Para ilmuwan telah berdebat selama beberapa dekade mengenai identitas dari spesies burung terbesar yang pernah ada di Bumi. Kini, perdebatan itu tampaknya sudah bisa diakhiri setelah lembaga konservasi zoologi internasional, Zoological Society of London (ZSL), mempublikasikan sebuah studi di jurnal Royal Society Open Science.
ADVERTISEMENT
Burung terbesar yang dibicarakan merupakan spesies burung yang telah punah dan pernah tinggal di Madagaskar sekitar 1.000 tahun lalu. Ukurannya sangat besar, dengan bobot mencapai 800 kilogram dan tingginya sampai 3 meter.
Dalam studi terbaru, ZSL akhirnya memberikan nama untuk burung terbesar di dunia tersebut. Nama yang diberikan adalah Vorombe titan. Dalam bahasa Malagasi, Vorombe berarti burung, sementara titan dalam bahasa Yunani berarti raksasa.
Hanya saja, sama seperti burung unta, burung raksasa ini tidak bisa terbang.
V. titan termasuk ke dalam kelompok ‘burung gajah’, yaitu burung-burung raksasa yang hidup di Madagaskar sekitar 500 ribu hingga 1 juta tahun yang lalu.
"Burung gajah adalah burung-burung yang sudah punah, yang berukuran raksasa, dan tidak terbang yang berada di pulau Madagaskar," kata penulis utama studi tersebut, James Hansford, dari Zoological Society of London kepada Newsweek.
ADVERTISEMENT
“Mereka adalah bagian dari sekelompok burung yang disebut ratites. Burung unta, emu, rhea, kasuari dan kiwi juga termasuk di dalamnya. Burung kiwi adalah kerabat terdekat dari burung gajah yang masih hidup sampai saat ini," imbuhnya.
Burung Terbesar di Dunia, Voromber titan
Burung Terbesar di Dunia, Voromber titan. (Foto: Dok. Jaime Chirinos via Jurnal Royal Society Open Science)
Fosil dari burung terbesar di dunia ini sebenarnya sudah ditemukan sejak abad ke-19. Namun, berbagai perdebatan dan kebingungan muncul hingga identitas V. titan sulit terungkap.
Hingga akhirnya, Hansford melakukan penelitian terhadap ratusan fosil burung gajah yang akhirnya berhasil dibagi ke dalam tiga genus dan setidaknya terbagi menjadi empat spesies yang berbeda. Keempat spesies tersebut adalah Mulleornis modestus, Aepyornis hildebrandti, Aepyornis maximus and Vorombe titan.
Kerangka Burung Gajah
Kerangka Burung Gajah, Satwa yang Telah Punah (Foto: Shankir S cc by 2.0 via Wikimedia Commons)
Sebelumnya, A. Maximus dianggap sebagai burung terbesar di dunia.
Pada tahun 1984, peneliti C.W Andrews mengatakan, ada spesies burung lain yang lebih besar dari A. maximus, yakni Aepyornis titan. Namun keberadaannya kini telah disanggah dan dikira hanya sebagai A. maximus yang tumbuh lebih besar dari ukuran semestinya.
ADVERTISEMENT
Namun, penelitian lebih lanjut dari Hansford menemukan bahwa A. titan sebenarnya adalah spesies tersendiri yang memiliki genus yang berbeda, yaitu Vorombe. Akhirnya, burung ini pun resmi menyandang status sebagai burung terbesar yang pernah ada di Bumi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white