Candu Main Game Bisa Jadi Tanda Kelainan Mental

Hati-hati bila ada teman atau kerabat di sekitarmu yang terlalu banyak bermain game, karena tahun depan, WHO akan memasukan ‘gaming disorder’ sebagai salah satu penyakit mental. Ya, sekarang, orang yang kecanduan game bisa dianggap memiliki kelainan mental.
WHO tidak begitu saja menetapkan kecanduan game sebagai kelainan mental. Sebelumnya, selama lebih dari satu dekade, WHO memantau perilaku para pecandu game. Seseorang dianggap sudah kecanduan apabila bermain game sudah mengganggu hidupnya dan sudah berlangsung selama setahun sebelum diagnosa dikeluarkan.
"Para ahli kesehatan harus menyadari kalau gaming disorder akan menimbulkan masalah kesehatan serius," kata VladimirPoznyak, koordinator dari Departement of Mental Health and Substance Abuse WHO.
Ia menambahkan, orang yang main game mungkin tidak memiliki gangguan apapun, namun bila dilakukan terus menerus akan menimbulkan efek yang merugikan kesehatan.
Sampai saat ini, belum ada penyakit yang berhubungan dengan kecanduan teknologi, seperti smartphone, TV, atau game, yang dikategorikan ke dalam daftar resmi WHO karena dianggap belum ada bukti ilmiah yang memadai.

Tahun lalu, Oxford Internet Institue melakukan studi untuk mengetahui berapa persen yang sudah ketagihan bermain video game. Hasilnya, seperti dipublikasikan di American Journal of Psychiatry, ditemukan 2 sampai 3 persen dari 19.000 pemain game mengakui memiliki 5 atau lebih ciri-ciri kecanduan seperti yang dirumuskan oleh American Psychiatric Association.
Menurut Dr Andrew Przybylski, penulis artikel mengenai studi dari Universitas Oxford, dilansir IB Times mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya sebuah proyek skala besar mendapatkan hasil yang mebuktikan bahwa kecanduan game dapat membawa masalah.
