Canggih! Peneliti Bikin Kursi Roda yang Bisa Dikendalikan Pakai Pikiran
·waktu baca 3 menit

Para peneliti dari University of Texas berhasil mengembangkan kursi roda yang bisa dikendalikan lewat pikiran. Temuan ini memberikan solusi berharga bagi mereka yang menderita tetraplegia alias quadriplegia.
Tetraplegia adalah hilangnya fungsi motorik di seluruh tubuh dari leher ke bawah. Situasi ini terjadi ketika ada sesuatu yang mengganggu antara hubungan otak dan sistem saraf.
Otak orang dengan tetraplegik mungkin tidak bisa berkomunikasi langsung dengan kaki, sehingga fungsi geraknya hilang. Namun, kursi roda super canggih ini memungkinkan otak berkomunikasi dengannya.
“Kursi roda yang dikendalikan pikiran adalah solusi mobilitas bantu menarik yang berlaku untuk kelumpuhan total,” tulis para peneliti dalam sebuah makalah sebagaimana dikutip IFL Science.
Kami menunjukkan bahwa tiga pengguna cedera tulang belakang tetraplegic dapat dilatih untuk mengoperasikan kursi roda yang dikendalikan pikiran yang bergerak sendiri dan non-invasif serta bisa melaksanakan tugas navigasi yang kompleks.
Bukan pertama kalinya para peneliti menggembar-gemborkan alat bantu mobilitas yang bisa dikendalikan lewat pikiran. Sebelumnya, peneliti juga pernah menciptakan kursi roda yang sama, namun kemampuannya masih terbatas karena uji coba dilakukan oleh orang sehat. Sebaliknya, kursi roda ini memiliki kemampuan yang lebih baik karena uji coba dilakukan oleh orang-orang dengan tetraplegia.
Pengguna nantinya bisa mengendalikan kursi roda hanya dengan menggunakan pikiran, termasuk berbalik 18 derajat ke kiri dan ke kanan. Jadi, pengguna dilatih untuk menjalankan kursi dengan membayangkan gerakan tangan dan kaki mereka.
Artinya, penderita tetraplegia sebenarnya masih bisa mengirimkan pesan perintah, tapi pesan itu tersesat di jalan sehingga tidak tersampaikan ke bagian tubuh lain. Di sini, kursi roda bertindak sebagai penangkap pesan dari otak manusia untuk kemudian diimplementasikan menjadi aktivitas gerak pada roda.
Pesan ini ditangkap oleh sensor yang dipasang di kursi roda tersebut, mirip dengan kursi roda yang digunakan oleh Profesor X di Marvel.
“Sistem ini bekerja sangat mirip dengan menunggang kuda,” kata José del R. Millán, profesor di Departemen Teknik Elektro dan Komputer Cockrell School of Engineering, yang memimpin proyek tersebut.
Penunggangnya bisa menyuruh kudanya berbelok ke kiri atau masuk ke gerbang. Tapi kuda itu pada akhirnya harus memikirkan cara optimal untuk menjalankan perintah itu.”
- José del R. Millán -
Bukan tidak mungkin kursi roda ini akan segera dikomersilkan. Ini karena kursi tidak memerlukan modul invasif, hanya topi dan buku petunjuk penggunaan. Selain itu, kursi ini juga menggunakan elektroda EEG yang dirancang khusus untuk digunakan dalam jangka panjang tanpa perlu penggantian.
Namun, tentu saja, kursi roda ini masih perlu penyempurnaan dan uji coba lebih banyak lagi. Sebab, uji coba baru dilakukan pada 3 orang dengan cedera tulang belakang.
