kumparan
search-gray
Tekno & Sains28 Maret 2019 14:18

Cara Bakteri Penyakit di Rumah Sakit Menular dari Pasien ke Pembesuk

Konten Redaksi kumparan
Untitled Image
Ilustrasi Rumah Sakit. (Foto: Wikimedia Commons)
Lingkungan rumah sakit yang kotor atau tidak higienis bisa menjadi sumber penularan bermacam bakteri bahaya penyebab berbagai penyakit. Bakeri penyakit yang ada di rumah sakit ini bisa menular dari satu pasien ke pasien lain maupun ke pembesuk dan petugas di rumah sakit tersebut.
ADVERTISEMENT
Ratu Mirah Afifah, Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, mengatakan salah satu isu yang perlu mendapatkan perhatian bersama adalah penyebaran infeksi yang saat ini masih marak terjadi di rumah sakit di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
“Sebagai institusi pelayanan kesehatan, rumah sakit memang sangat rentan dengan penularan bakteri-bakteri penyakit, dan lingkungan rumah sakit yang tidak bersih dapat menambah risiko penularan infeksi,” kata Mirah dalam acara Indonesia Hygiene Forum di Jakarta, Kamis (28/3).
drg ratu mirah
drg ratu mirah Foto: Stephanie Elia/kumparan
Mirah secara khusus menyoroti pentingnya kebersihan lantai di rumah sakit. Menurutnya, kebersihan permukaan fasilitas di lingkungan rumah sakit, terutama permukaan lantai, sering kali masih luput dari perhatian.
“Padahal, penelitian yang dilakukan oleh Association of Professionals in Infection Control and Epidemiology (APIC) pada 2017 menemukan bahwa lantai rumah sakit memiliki risiko tinggi dalam menularkan infeksi, di mana lantai di ruang pasien terbukti mengalami kontaminasi bakteri,” kata Mirah.
ADVERTISEMENT
Mirah kemudian menegaskan bahwa bakteri di lantai rumah sakit yang berasal dari seorang pasien, misalnya, kemudian bisa menular ke orang lain di rumah sakit tersebut. “Tanpa kita sadari, turbulensi udara di dalam ataupun di luar ruangan dapat membawa bakteri yang terdapat di lantai dan menyebarkan penyakit,” ujarnya.
Anis Karuniawati, dokter spesialis mikrobiologi klinis, membenarkan bahwa kebersihan rumah sakit sangat penting untuk diperhatikan. “Riset membuktikan bahwa lingkungan rumah sakit yang tidak higienis berpotensi menjadi sumber infeksi,” katanya.
Terkait penularan dan penyebaran bakteri di rumah sakit dari satu pasien ke pembesuk atau pasien lainnya, Anis secara lebih detail menjabarkan bahwa hal itu bisa sangat mudah terjadi.
“Awalnya, bakteri pada tubuh pasien menempel pada permukaan sekitar pasien. Bakteri ini lalu hidup dan bertahan pada permukaan, lalu mengkontaminasi benda dan orang atau pasien lain. Bakteri lalu berpindah dari satu orang ke orang lainnya, sehingga bakteri dari pasien rawat sebelumnya akhirnya menjangkiti pasien rawat berikutnya,” paparnya.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, Anis menegaskan, higienitas menjadi sangat penting “karena semakin rendah jumlah bakteri dalam lingkungan, semakin rendah pula risiko terjadinya infeksi.”
dr. Anis Karuniawati, SpMK., Ph.D. berbicara di Indonesia Hygiene Forum
dr. Anis Karuniawati, SpMK., Ph.D. berbicara di Indonesia Hygiene Forum Foto: Alfaddillah/kumparan
Pentingnya Peran Pengelola Rumah Sakit
Risiko penyebaran bakteri penyebab berbagai penyakit ini harus menjadi perhatian serius para pengelola layanan rumah sakit. Kuntjoro Adi Purjanto, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI). mengatakan rumah sakit wajib melaksanakan program pencegahan dan pengendalian infeksi yang terintegrasi, terprogram, dan terpantau.
“Contohnya dengan membatasi transmisi organisme dari atau antarpasien melalui cuci tangan dan penggunaan sarung tangan, melakukan disinfeksi untuk mengontrol risiko penularan dari lingkungan, serta memastikan kebersihan lingkungan rumah sakit dan seluruh fasilitas rumah sakit, termasuk lantai,” jelas Kuntjoro.
dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes. di Indonesia Hygiene Forum
dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes. di Indonesia Hygiene Forum Foto: Alfaddillah/kumparan
Cucu Cakrawati Kosim, Kepala Subdirektorat Penyehatan Udara, Tanah, dan Kawasan, Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, juga menambahkan pentingnya peningkatan standar kebersihan di rumah sakit karena angka kejadian infeksi di rumah sakit masih terbilang cukup tinggi.
ADVERTISEMENT
“Dengan semakin melonjaknya jumlah pasien dan pengunjung rumah sakit, risiko penyebaran infeksi ini pun semakin menjadi tantangan besar bagi para pengelola rumah sakit. Oleh karenanya, upaya mengantisipasi penyebaran infeksi sebagai bagian penting dari peningkatan standar pelayanan rumah sakit harus terus dilaksanakan dan dimonitor, sesuai dengan Standard Operational Procedure yang berlaku,” tegas Cucu.
Ilustrasi sel dan bakteri
Ilustrasi sel dan bakteri Foto: Pixabay
Tips Cegah Penularan Bakteri dari Rumah Sakit
Anis Karuniawati secara khusus menuturkan, penyebaran bakteri dari rumah sakit sebenarnya bisa dicegah dengan tindakan-tindakan yang sederhana. “Penyebaran infeksi melalui permukaan benda hidup bisa diinterupsi melalui perilaku mencuci tangan dengan sabun (hand hygiene) atau tindakan antiseptik lainnya. Sementara penyebaran melalui benda mati harus diinterupsi melalui pembersihan, disinfeksi, dan/atau sterilisasi,” terang Anis.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, pemilihan disinfektan (caira pembunuh bakteri) dan metode disinfeksi sepatutnya mempertimbangkan beberapa hal seperti sifat benda yang akan mendapat tindakan disinfeksi, jumlah mikroba pada permukaan, dan resistensi mikroba terhadap efektivitas disinfektan. Selain itu, perlu juga diperhatikan jumlah kotoran yang terkandung pada permukaan, tipe dan konsentrat disinfektan yang digunakan, serta suhu dan waktu kontak dengan disinfektan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white