Kumparan Logo

Cara Ukur Saturasi Oksigen Pakai Pulse Oximeter Beserta Penjelasannya

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas kesehatan memeriksa oksigen dalam darah seorang pasien sebelum divaksin saat simulasi pemberian vaksin corona Sinovac di Puskesmas Kelurahan Cilincing I, Jakarta, Selasa (12/1).  Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kesehatan memeriksa oksigen dalam darah seorang pasien sebelum divaksin saat simulasi pemberian vaksin corona Sinovac di Puskesmas Kelurahan Cilincing I, Jakarta, Selasa (12/1). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Di kala pandemi seperti ini, pulse oximeter bagi banyak orang mungkin sudah tidak asing lagi. Alat ini digunakan untuk mengukur saturasi oksigen di dalam tubuh.

Tapi, tahukah kamu cara kerja alat ini dalam mendeteksi kadar oksigen tersebut? Dan apa saja sebenarnya yang dinilai?

Dijelaskan oleh dr. Ilham Wahyudi, SpAn, dokter spesialis anestesi, dalam sebuah thread di akun Twitter, sederhananya oksigen saat masuk paru-paru dibawa ke tubuh oleh sel darah atau hemoglobin.

Pulse oximeter ini berfungsi mengukur berapa banyak hemoglobin (Hb) dalam darah yang membawa oksigen (saturasi oksigen), Hb yang berkaitan dengan oksigen (oksihemoglobin), dan Hb yang tidak berkaitan dengan oksigen (deoksihemoglobin).

Pulse oksigen menggunakan cahaya untuk mengukur saturasi oksigen yang terdiri atas; sumber cahaya yang dibagi menjadi dua yakni, cahaya merah (red light) yang menyerap deoksihemoglobin dan cahaya inframerah yang menyerap oksihemoglobin; Detektor (photosensor/photodiode) untuk menangkap cahaya.

Pulse oximeter. Foto: Twitter/iwahyudis

“Secara sederhana prinsip kerja pulse oximeter yaitu menghitung saturasi oksigen dengan membandingkan berapa banyak cahaya merah dan cahaya inframerah yang diserap oleh darah di pembuluh darah arteri yang diteruskan ke sensor, kemudian dibaca dan ditampilkan ke monitor,” tulis Ilham dalam penjelasannya.

Lantas, apa saja yang dinilai oleh pulse oximeter?

  1. Pulsasi pembuluh darah arteri, dalam PR/HR

  2. Saturasi oksigen, dalam SpO2

  3. Plethysmograph, gambar grafik pulsasi

  4. Nilai rata-rata perfusi darah, dalam PI (perfusi index)

  5. Diagram power baterai dari alat pulse oximeter

Ilham juga menyebut bahwa banyak faktor yang akan memengaruhi kualitas pembacaan, seperti jari yang diperiksa terhalang cahaya bisa karena tertutup cat kuku atau yang lainnya, posisi pulse oximeter tidak sejajar, pasien hipotermia, dan pasien banyak keringat atau tangan basah.

Beberapa faktor lainnya adalah pasien obesitas, pasien dengan gangguan pembuluh darah, pasien anemia, tidak kooperatif, ruangan terlalu terang cahaya lampu, saturasi darah terlalu rendah di bawah 75 persen, intervensi elektromagnetik.

Petugas kesehatan memeriksa kadar oksigen pada tubuh warga lanjut usia (lansia) di RSUD Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (20/2). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Tips penggunaan pulse oximeter

  • Pastikan power pulse oximeter dalam keadaan baik

  • LED pulse oximeter menyala (lampu bagian dalam pulse oximeter)

  • Jari tidak ada pewarna/cat kuku

  • Jari tidak basah

  • Jelas klinik dan riwayat penyakit pasien

  • Posisi tangan tidak banyak bergerak

  • Lihat grafik pulsasi (plethysmograph), irama continue

  • Lihat PI (perfusi index), nilai 0-10 (semakin besar semakin bagus)

  • Lihat PR/HR (nilai normal 60-100 bpm, olahragawan bisa lebih rendah)

  • Lihat SpO2 (nilai normal 95-100%)

Tips membeli pulse oximeter

Selanjutnya, Ilham juga memberikan tips dalam membeli pulse oximeter agar tidak salah. Pertama coba gunakan pulse oximeter di jari. Saat pulse oximeter ditempelkan ke jari, coba untuk menahan nafas 3-5 detik lalu lihat perubahan SpO2 dan PR/HR. Bila SpO2 dan HR turun, berarti pulse oximeter berfungsi dengan baik.

“Kembali saya ingatkan, pulse oximeter hanyalah alat penunjang bukan sebagai parameter utama. Parameter utama adalah penilaian klinis dari dokter atau petugas kesehatan,” papar Ilham.