Kumparan Logo

Chikilidae, Hewan Amfibi Aneh yang Memiliki Telur Transparan

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Chikilidae dan telurnya. Foto: Rachunliu G. Kamei/University of Delhi via Proceedings of the Royal Society B: Biological Science
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Chikilidae dan telurnya. Foto: Rachunliu G. Kamei/University of Delhi via Proceedings of the Royal Society B: Biological Science

Saat melihat gambar di atas, kamu mungkin akan berpikir benda berbentuk bulat itu adalah kelereng berwarna merah muda yang tergeletak di lumpur.

Meski sekilas terlihat seperti kelereng, nyatanya itu adalah telur dari hewan jenis amfibi tanpa kaki yang termasuk ke dalam famili Chikilidae.

Dalam makalah ilmiah yang pernah dipublikasikan di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Science, dijelaskan bahwa hewan kecil ini bisa ditemukan di wilayah timur laut India. Mereka biasanya menempati hutan-hutan tropis.

Chikilidae merupakan anggota dari kelompok hewan Caecilian yang tergolong hewan primitif. Meski merupakan hewan endemik India, ilmuwan berpikir bahwa Chikilidae memiliki leluhur yang hidup di Afrika. Hewan kecil itu telah terpisah dari leluhurnya selama 140 juta tahun.

X post embed

Dalam bentuk dewasa, Chikilidae akan serupa dengan cacing atau ular. Namun hewan ini sebenarnya memiliki tulang belakang, dan berhubungan lebih erat dengan salamander.

Chikilidae sendiri pada dasarnya memiliki mata, namun penglihatannya sangat terbatas. Mereka banyak menghabiskan waktu di dalam tanah. Meski begitu, Chikilidae menyimpan telur-telurnya di tempat yang terang.

Saat fase penetasan, sang induk akan mengerami telurnya selama dua hingga tiga bulan. Ketika Chikilidae kecil menetas, mereka tidak akan melewati tahap larva (metamorfosis) seperti katak yang bermula dari berudu. Sebaliknya, Chikilidae muncul laiknya hewan dewasa dan kemudian pergi untuk berkembang biak. Chikilidae bisa tumbuh hingga sepanjang 25 sentimeter.

Kini habitat mereka mulai terancam oleh pembangunan infrastruktur dan industri. Chikilidae juga sering dibunuh karena dianggap beracun, padahal tidak. Hewan ini justru bisa menjadi teman baik bagi para petani karena dapat membantu membasmi hama tanaman seperti cacing dan serangga.

X post embed