Ciuman Pertama Manusia Diperkirakan Terjadi 21 Juta Tahun Lalu
ยทwaktu baca 3 menit

Sebuah studi terbaru mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai sejarah romansa, ciuman romantis kemungkinan besar pertama kali berevolusi pada nenek moyang bersama manusia dan kera besar sekitar 21 juta tahun yang lalu.
Temuan ini merupakan hasil penelitian para ilmuwan dari University of Oxford, Inggris, yang diterbitkan dalam jurnal Evolution and Human Behaviour berjudul A comparative approach to the evolution of kissing. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan merekonstruksi sejarah evolusi ciuman berdasarkan pohon keluarga primata.
Dalam studi ini, para ilmuwan menilai berbagai spesies untuk mendefinisikan ciuman sebagai "kontak mulut-ke-mulut yang tidak agresif dan tidak melibatkan perpindahan makanan."
Mereka mengumpulkan data tentang spesies primata modern yang teramati berciuman, dengan fokus pada monyet dan kera yang berevolusi di Afrika, Eropa, dan Asia. Para peneliti kemudian memetakan "sifat" tersebut ke dalam pohon keluarga evolusi primata dan menjalankan simulasi komputer. Hasilnya menunjukkan probabilitas tinggi bahwa perilaku ini muncul sekitar 21,5 juta tahun yang lalu pada spesies kera besar.
Berdasarkan temuan tersebut, ciuman menjadi sifat umum pada kera besar prasejarah, spesies nenek moyang manusia, yang hidup antara 21,5 hingga 16,9 juta tahun yang lalu. Perilaku ini kemudian bertahan selama perjalanan evolusi dan tetap ada pada sebagian besar kera besar, termasuk gorila, simpanse, bonobo, orangutan, dan tentu saja manusia.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sepupu evolusi kita, Neanderthal, turut melakukan aktivitas ini. Studi terhadap bakteri mulut manusia purba dan Neanderthal menunjukkan adanya pertukaran air liur, yang mengisyaratkan kuat bahwa kedua spesies tersebut saling berciuman.
"Ini adalah pertama kalinya seseorang menggunakan lensa evolusi yang luas untuk meneliti ciuman," ujar ahli biologi evolusi dari University of Oxford sekaligus penulis utama studi tersebut, Matilda Brindle, mengutip Independent.
Meskipun perilaku mirip ciuman terlihat pada berbagai hewan seperti simpanse, gorila, bahkan anjing, kucing, dan lumba-lumba, keberadaannya menjadi teka-teki dari sudut pandang evolusi.
Temuan kami menambah koleksi karya yang menyoroti keragaman perilaku seksual yang luar biasa yang ditunjukkan oleh sepupu primata kita.
- Matilda Brindle, Ahli Biologi Evolusi University of Oxford -
Ciuman membawa risiko nyata, seperti penularan penyakit, sementara tidak menawarkan keuntungan bertahan hidup atau reproduksi yang jelas secara langsung. Namun, perilaku ini tetap dipertahankan oleh alam.
Budaya atau Naluri?
Meski akarnya sangat tua, ciuman tidak selalu dipraktikkan secara universal oleh manusia modern.
"Meskipun ciuman tampak seperti perilaku yang biasa atau universal, hal ini hanya terdokumentasi pada 46 persen budaya manusia," kata Dr. Catherine Talbot, yang juga terlibat dalam studi tersebut.
Talbot menjelaskan norma sosial dan konteks ciuman sangat bervariasi di berbagai masyarakat. Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar: apakah ciuman murni perilaku hasil evolusi (naluri) atau sebuah penemuan budaya?
"Studi ini adalah langkah pertama untuk menjawab pertanyaan tersebut," tutup Dr. Talbot.
