kumparan

Coba Setop Menstruasi dengan Penyedot Debu, 2 Perempuan Masuk RS

Ilustrasi, Nyeri, Menstruasi
Ilustrasi nyeri saat menstruasi. Foto: Shutter Stock
Bagi beberapa perempuan, menstruasi adalah hal yang tidak menyenangkan. Ada yang sampai mengalami kram hingga merasa lemas akibatnya.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, bukan berarti menstruasi ini bisa "dipaksakan" untuk berhenti. Memaksanya berhenti, misalnya dengan menyedot darah keluar, malah bisa berbahaya.
Sayangnya, itu yang dilakukan oleh dua orang perempuan sehingga akibatnya mereka harus masuk rumah sakit. Dalam sebuah cuitan yang viral di Twitter, seorang suster di Seattle, Amerika Serikat, mengklaim ada dua orang perempuan yang harus dirawat di rumah sakit tempat ia bekerja akibat menggunakan penyedot debu untuk menghentikan menstruasinya lebih awal.
Menurut laporan IFL Science, kedua perempuan itu masing-masing berusia 19 dan 23 tahun. Dalam cuitannya, suster itu menjelaskan bahwa kedua perempuan itu mengalami syok akibat darah yang tersedot keluar jauh lebih banyak.
"Ini sangat berbahaya. Penyedot debu zaman sekarang sangatlah kuat. Mereka bisa menyedot banyak sekali darah," cuit si suster, dilansir IFL Science.
ADVERTISEMENT
"Menstruasi Anda memiliki sebuah aliran darah keluar sendiri yang bisa ditoleransi tubuh. Penyedot debu meningkatkan aliran itu lebih dari 1.000 kali sehngga membuat tubuh tidak bisa menoleransinya dan bisa membuat Anda mengalami syok," lanjut dia.
Bahaya penyedot tubuh bagi organ genital
Mencoba mengakhiri masa menstruasi dengan penyedot debu jelas bagi tubuh. Shazia Malik, ginekolog di Portland Hospital for Women and Children London, menyarankan untuk tidak melakukannya.
"Anda bisa merusak vagina Anda dan Anda berisiko mengalami pendarahan atau infeksi," ujar Malik kepada Vice.
"Coba Anda bayangkan bakteri pada penyedot debu dan kekuatan isapannya. Anda bisa mengalami trauma pada organ genital. Serviks Anda bisa rusak dan Anda akan mengalami rasa sakit yang luar biasa," tambahnya.
Serviks sangat lembut dan sensitif
Serviks sangat lembut dan sensitif Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Menstruasi sebaiknya tidak dipaksa cepat selesai
Adeeti Gupta, spesialis obstetri dan ginekologi lainnya, mengatakan bahwa sebaiknya tidak berusaha mempercepat menstruasi selesai. Sebab, hal itu bisa berbahaya dan malah mungkin tidak akan berhasil.
"Pendarahan menstruasi adalah proses aktif yang alami. Itu bukan darah yang berkumpul di uterus yang bisa disedot keluar," tegas Gupta.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan