Kumparan Logo

Codex Gigas: Kitab Iblis 620 Halaman yang Dibuat Biarawan dalam Satu Malam

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Codex Gigas atau Alkitab Iblis.  Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Codex Gigas atau Alkitab Iblis. Foto: Wikimedia Commons

Bagi kamu penggemar naskah kuno penuh misteri, apalagi yang dibumbui legenda setan, Codex Gigas atau Kitab Iblis tampaknya bisa menjadi bacaan wajib.

Konon, kisah di balik kitab ini berawal di Bohemia pada abad ke-13. Seorang biarawan bernama Herman dikabarkan melanggar sumpah sucinya. Hukumannya tidak main-main. Ia akan diimmure, yakni dikurung hidup-hidup di balik tembok biara sampai ajal menjemput, cara halus untuk menyebut mati pelan-pelan di dalam dinding batu.

Namun Herman tidak menyerah begitu saja. Menurut legenda, ia memohon pada kepala biara untuk memberinya satu kesempatan terakhir, jika ia bisa menulis sebuah buku yang berisi seluruh pengetahuan manusia saat itu dalam semalam, hukumannya akan dibatalkan.

Tugas mustahil, tentu saja. Maka, dalam keputusasaan, Herman pun konon menjual jiwanya pada iblis. Keesokan paginya, sang biarawan menyerahkan kitab itu pada kepala biara, lengkap dengan lukisan iblis raksasa yang menghiasi salah satu halamannya.

Begitulah mitos menakutkan di sekitar manuskrip setebal 620 halaman ini. Meski kisahnya terdengar gila, naskah ini memang nyata adanya dan tetap menjadi misteri yang bikin merinding hingga sekarang.

Codex gigas dibuat di Bohemia, wilayah yang sekarang termasuk Republik Ceko. Isinya bukan hanya satu topik, tapi campur aduk: ada Perjanjian Lama dan Baru, buku pengajaran kedokteran abad pertengahan berjudul Ars medicinae, kronik sejarah, tulisan Cosmas dari Praha, dan bahkan panduan ritual pengusiran setan. Lengkap sudah nuansa seramnya.

Meski belum diteliti secara mendetail, para ahli menduga kitab ini memang ditulis hanya oleh satu orang. Tapi tentu saja, bukan hanya dalam semalam.

Codex Gigas yang dijuluki Alkitab iblis tersimpan di Perpustakaan Nasional Stockholm, Swedia. Foto: Wikimedia Commons

Menurut National Library of Sweden, kalau si penulis bekerja enam jam sehari, enam hari seminggu, maka butuh sekitar lima tahun untuk menuntaskannya. Kalau penulisnya biarawan yang waktunya terbatas hanya tiga jam sehari, maka bisa makan waktu 10 tahun.

Belum lagi, penulisnya harus menarik garis panduan di setiap halaman sebelum mulai menulis, di mana satu lembar saja bisa makan waktu beberapa jam. Ditambah ilustrasi dan hiasan rumit di dalamnya, para ahli memperkirakan proses pembuatan Codex Gigas bisa menghabiskan waktu setidaknya 20 hingga 30 tahun.

Bagian yang paling aneh muncul sebelum gambar surga dan iblis. Penulisnya tiba-tiba menuliskan daftar panjang dosa dan pengakuan, semuanya ditulis dengan huruf kapital, lalu diakhiri dengan lukisan dunia akhirat dan sang Iblis.

Walau para ahli sepakat Satan tidak pernah turun tangan menulis buku seperti jurnalis lepas yang putus kontrak, naskah ini tetap memelihara auranya yang misterius. Diketahui, Codex gigas ditulis sekitar awal 1200-an di Bohemia. Menjelang akhir abad ke-13, manuskrip raksasa ini bahkan dijuluki keajaiban dunia. Anehnya, pemilik pertamanya–Biara Podlažice– justru biara kecil dan miskin, sehingga diragukan mereka mampu membuat naskah semewah ini di tempat itu.

Hingga kini, siapa penulis sesungguhnya masih jadi teka-teki. Sebuah dokumenter National Geographic pernah mengungkap analisis tulisan tangan yang mengarah pada nama “Hermann inclusus” alias Herman si pertapa, satu-satunya petunjuk yang mendukung cerita lama.

Selama tidak ada temuan baru, hasil penelitian lanjutan, atau iblis sendiri muncul menagih royalti, penulis Kitab Iblis sepertinya akan tetap jadi misteri sepanjang masa.

Kalau kamu penasaran, Codex Gigas kini disimpan dan dijaga di Perpustakaan Nasional Swedia. Siapa tahu suatu hari kamu berani menatap langsung mata iblis yang terpampang di halamannya.