Kumparan Logo

Daftar 10 Pohon Penyerap Polutan Tertinggi yang Bisa Kurangi Polusi Udara

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi pohon trembesi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi pohon trembesi. Foto: Shutterstock

Kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya memburuk dalam beberapa hari terakhir, membuat kota diselimuti kabut asap tebal penuh polutan. Salah satu solusi untuk mengurangi polusi udara adalah menanam tanaman pepohonan.

Pohon sudah teruji secara sains sangat efektif dalam menyerap polutan penyebab polusi udara, seperti karbon monoksida hingga particulate matter (PM) 2.5 dan 10. Fisik yang tinggi besar serta berdaun lebar dan banyak menjadi alasan tanaman pepohonan mampu menyerap polutan sangat tinggi dibandingkan jenis tumbuhan lain.

Pakar tanaman hutan kota, Endes N. Dahlan, pernah melakukan sejumlah penelitian terkait pohon yang sanggup menyerap energi karbon dengan baik. Endes merangkum temuannya dalam beberapa jurnal, termasuk artikel "Jumlah Emisi Gas CO2 dan Pemilihan Jenis Tanaman Berdaya Rosot Sangat Tinggi: Studi Kasus di Kota Bogor" (2008) dan buku "Trembesi Dahulunya Asing Namun Sekarang Tidak Lagi" (2010).

Berikut daftar pohon yang disebut sanggup mengurangi polutan penyebab polusi udara berdasarkan serapan karbon:

  • Trembesi (Samanea saman): Serap 28.488,39 kg karbon per tahun

  • Cassia (Cassia sp): Serap 5.295,47 kg karbon per tahun

  • Kenanga (Canangium odoratum): Serap 756,59 kg karbon per tahun

  • Pingku (Dysoxylum excelsum): Serap 720,49 kg karbon per tahun

  • Beringin (Ficus benyamina): Serap 535,9 kg karbon per tahun

  • Kerai Payung (Fellicium decipiens): Serap 404,83 kg karbon per tahun

  • Matoa (Pometia pinnata): Serap 329,76 kg karbon per tahun

  • Mahoni (Swettiana mahagoni): Serap 295,73 kg karbon per tahun

  • Saga (Adenanthera pavoniana): Serap 221,18 kg karbon per tahun

  • Bungur (Lagerstroemia speciosa): Serap 160,14 kg karbon per tahun

Ilustrasi pohon beringin untuk latihan Masangin di Alun-Alun Kidul, Yogyakarta. Foto: Shutterstock

Trembesi Penyerap Karbon Tertinggi

Trembesi dikategorikan sebagai pohon penyerap karbon ekstra tinggi atau di atas 1.000 kg setiap tahunnya. Pohon yang juga disebut ki hujan ini bisa menyerap 28,49 ton karbon per tahun, di atas akasia atau cassia yang hanya menyerap 5,3 ton karbon per tahun.

“Jadi kalau semakin banyak pohon Trembesi maka semakin besar kemampuannya dalam menyerap gas CO2 (karbondioksida) dari udara. Dengan menurunnya konsentrasi gas CO2 di udara, maka efek pemanasan global semakin menyusut,” tutur Endes saat diwawancara kumparan pada November 2019 silam.

Trembesi punya tajuk yang lebar. Dari tajuk inilah ia bisa meneduhi wilayah yang dinaunginya. Julukan pohon hujan (rain tree) tersemat lantaran tajuknya kerap meneteskan air karena kemampuan akarnya menyerap air tanah yang banyak.

Ki hujan termasuk golongan tanaman yang tumbuh cepat dengan ketinggian hingga 20-25 meter dan memiliki rentang cabang panjang hingga lebih dari 15 meter. Pohon ini pun bisa tumbuh hampir di mana saja.

“Dia bisa tumbuh pada daerah yang sangat kering, di Sabana sekalipun. Tapi anehnya selain di daerah yang kering kekurangan air, trembesi juga bisa tumbuh di daerah yang berair itu seperti di bawah sungai. Kemudian di tanah yang sangat asam, di daerah tropis dan subtropis juga bisa. Jadi hampir everywhere,” kata pria yang kala itu menjabat sebagai Dosen Ilmu Hutan Kota dan Jasa Lingkungan IPB.

ilustrasi pohon trembesi. Foto: Agaton Kenshanahan/kumparan

Semua tumbuhan pada umumnya memiliki kemampuan menyerap polutan. Tanaman punya dua fungsi dalam menyerap polutan: Menyerap komponen polusi yang berbentuk gas dan menjerap polutan yang berbentuk debu.

Semua dedaunan dapat menyerap polutan yang berbentuk gas, tapi jika konsentrasi polutannya terlalu tinggi, maka tanaman tersebut akan mati keracunan. Karena itu, sebaiknya tanaman tersebut perlu ditanam jauh sebelum konsentrasi gas polutan di udara terlalu tinggi.

Sementara ketika berhadapan dengan polutan debu, tanaman juga memiliki fungsi menjerap partikel debu tersebut. Tanaman akan menjerap partikel debu yang terbawa angin sementara waktu. Partikel debu tersebut akan luruh ketika tanaman diguyur hujan.