Daftar Tugas Besar Menkes Budi Gunadi Sadikin Hadapi COVID-19

Presiden Joko Widodo telah menunjuk Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan yang baru menggantikan Terawan. Sejumlah masalah besar harus dihadapi dan diselesaikan oleh Budi dalam menangani COVID-19.
Tugas terbesar Budi, sejatinya adalah membangun program pengendalian pandemi COVID-19 yang secara komprehensif. Sejak lama, para epidemiolog mengkritik Indonesia tidak memiliki program nasional yang kuat dan dilaksanakan dengan baik.
Menurut epidemiolog dari Universitas Griffith di Australia, Dicky Budiman, program pengendalian ini akan menjadi rujukan bagi semua sektor dalam mengambil langkah, termasuk bagi pemerintah daerah.
"Tentu, PR besarnya sebetulnya kita harus memiliki program pengendalian pandemi yang secara komprehensif. Ini yang belum kita miliki secara tepat. Dan itu yang harus memenuhi tahapan jangka pendek, menengah, dan panjang." kata Dikcy kepada kumparanSAINS, Selasa (22/12).
Selain itu, Dicky juga merekomendasikan Budi untuk fokus pada sejumlah masalah turunan penanganan corona di Indonesia, yaitu sebagai berikut:
Tuntaskan dan tunaikan rekomendasi WHO yang sesuai dengan intra action review.
Vaksin bukan segalanya dan bukan solusi tunggal. Dicky menyoroti hal ini karena Budi ikut serta dalam proses penyediaan vaksin di Indonesia. Sebelumnya, Budi menjabat Wakil Menteri BUMN sekaligus Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). "Dan potensi kegagalan vaksinasi tetap ada, dan cukup besar menurut saya saat ini, bila dipaksakan prakondisinya tidak dipenuhi. Apa itu? Yaitu mendapatkan vaksin dengan tingkat efektivitas tinggi. Kalau bisa semuanya di atas 90 persen," kata Dicky.
Menkes baru tetap harus fokus untuk melandaikan kurva penularan COVID-19 di Indonesia, serta menurunkan tingkat reproduksi agar serendah mungkin, dan dengan meningkatkan cakupan testing COVID-19.
Bangun program pengendalian pandemi COVID-19 secara komprehensif dalam skala nasional. Semua upaya penanganan COVID-19 di Indonesia ini harus memiliki target pada jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
