Dalam Satu Pekan, 24 Tornado Terjang Amerika Serikat

Amerika Serikat bagian tenggara porak-poranda usai tornado menerjang sejumlah wilayah di negara tersebut. Setidaknya, dalam kurun waktu satu pekan, telah terjadi 24 tornado yang menyebabkan beberapa orang tewas akibat dampak dari cuaca buruk ini.
Menurut laporan National Weather Service AS, tornado menghancurkan rumah dan bangunan, menumbangkan pohon, dan menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah daerah, serta melukai beberapa orang. Setidaknya 10 tornado dilaporkan telah menghantam Mississippi, dan 10 lainnya terjadi di Alabama.
“Kami menghadapi badai yang melanda dari arah barat daya ke bagian paling tengah, sekitar 100 hingga 130 kilometer,” ujar Phil Bryant, Gubernur Mississippi, kepada Associated Press.
Tornado terkuat terjadi di Louisiana dengan kecepatan angin mencapai 260 kilometer, hingga berhasil meluluhlantakkan rumah-rumah dan meninggalkan jejak sepanjang 100 kilometer antara kota DeRidder dan Alexandria.
Diberitakan BRI, satu orang bernama Betty Patin berusia 59 tahun di Paroki Vernon, tewas akibat terjebak di dalam garasi ketika tornado melanda.
“Garasi mobil tempat patin tinggal dihancurkan oleh badai,” papar otoritas setempat kepada WBRZ.
Di Alabama, tornado telah membunuh pasangan suami istri ketika mereka sedang berada di rumahnya. Kedua jasadnya ditemukan sekitar 200 meter dari tempat tinggalnya. Tornado yang melanda Alabama diketahui merupakan tornado EF-2 yang memiliki kecepatan angin hingga 215 kilometer per jam.
Usai menempuh jarak 12 kilometer, badai berhenti pada Senin (16/12) pukul 05.08 waktu setempat, sekitar 3 kilometer dari Town Creek. Tornado paling besar tercatat berukuran sekitar 370 meter.
Adapun daerah yang terdampak paling buruk lainnya berada di dekat County Road 265, tempat pasangan suami istri itu terbunuh. 2 tornado lain juga dikonfirmasi berada di Alabama.
Selain di County Road, satu orang warga di Greenup County juga dilaporkan tewas akibat terseret banjir besar setelah hujan lebat melanda daerah tersebut. Menurut Bobby King, seorang polisi di wilayah tersebut menuturkan, bahwa kru penyelamat telah berusaha membantu dua orang yang terjebak di dalam banjir, namun nahas satu orang di antaranya tidak tertolong.
Tornado sendiri terbentuk ketika udara hangat dan lembab naik bertemu udara yang lebih dingin, hingga menciptakan ketidakstabilan atmosfer. Perubahan arah dan kecepatan angin yang tergabung dalam ketidakstabilan ini menciptakan kolom berputar yang khas.
Anehnya, hingga saat ini hubungan antara perubahan iklim dengan tornado masih belum jelas, karena data tentang fenomena ini yang tidak konsisten.
