Dampak Penggunaan Smartphone pada Anak di Bawah Usia 12 Tahun
·waktu baca 4 menit

Banyak anak di usia muda saat ini sudah akrab dengan ponsel pintar (smartphone). Padahal, beberapa studi menunjukkan bahwa memiliki ponsel pintar terlalu dini dapat berkontribusi pada peningkatan gangguan kesehatan mental, pola tidur yang buruk dan peningkatan risiko obesitas selama masa remaja.
Studi baru-baru ini mengungkap bahwa sebagian besar anak-anak berusia antara 10 hingga 12 tahun telah memiliki ponsel pintar. Bahkan, sebagian dari mereka sudah dibekali ponsel sejak di bawah usia 10 tahun.
Dikutip dari Forbes, studi yang dilakukan oleh Adolescent Brain Cognitive Development (ABCD) menemukan bahwa mayoritas anak-anak memiliki ponsel sendiri pada usia 11-12 tahun sebagaimana diakui oleh 50 persen dari 10.000 responden.
Sementara 28 persennya memiliki ponsel pintar sejak usia 9-10 tahun, dan 7 persen dari mereka telah memilikinya bahkan di usia 8 tahun ke bawah. Secara keseluruhan, usia rata-rata anak-anak menerima ponsel pintar adalah 10,9 tahun.
Studi itu juga mengungkap bahwa anak perempuan 1,4 kali lebih mungkin daripada anak laki-laki untuk memiliki ponsel pintar sejak usia dini. Di sisi lain, orang tua tunggal dilaporkan 2 kali lebih mungkin memberikan ponsel pintar kepada anak di bawah usia 10 tahun.
Dampak Penggunaan Smartphone di Usia Dini
Di satu sisi, penggunaan ponsel pintar di kalangan anak usia muda mungkin memiliki aspek positif seperti menunjang proses belajar, komunikasi dengan orang tua hingga hiburan. Namun, di sisi lain, dampak negatif baik dari sisi sosial maupun kesehatan semakin banyak ditemukan dalam penggunaannya.
Pada Februari 2026, 32 negara bagian dan Distrik Columbia di Amerika Serikat resmi melarang atau membatasi penggunaan ponsel pintar di sekolah termasuk di tingkat SMA. Langkah ini diambil setelah semakin banyak siswa yang mengalami dampak negatif dari paparan media social, mengisolasi diri dari lingkungan, pesimisme, perundungan, hingga pelecehan daring.
Sementara itu, sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa anak-anak yang menerima ponsel pintar sebelum usia 12 tahun lebih cenderung mengalami depresi, obesitas, dan kebiasaan tidur yang buruk dibandingkan dengan teman sebaya mereka yang tidak memilikinya.
Para peneliti dari Children's Hospital Philadelphia mencapai kesimpulan ini setelah mengevaluasi data dari lebih dari 10.000 anak yang berpartisipasi dalam studi Perkembangan Kognitif Otak Remaja, yang merupakan proyek penelitian jangka panjang terbaru dan terbesar yang berfokus pada perkembangan otak anak.
Meski studi ini tidak secara langsung membuktikan hubungan sebab-akibat, temuan yang ada—sejalan dengan riset sebelumnya—menunjukkan bahwa kepemilikan ponsel sejak dini berkaitan dengan berkurangnya aktivitas sosial, olahraga, dan waktu tidur anak.
Studi lain yang dipublikasikan pada 2023 menemukan bahwa anak usia 11–12 tahun yang menyimpan perangkat elektronik di kamar memiliki kemungkinan hampir 17 persen lebih tinggi terbangun karena notifikasi.
Di saat yang sama, lebih dari 80 persen anak usia 11–17 tahun tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik harian, yang sebagian dipengaruhi karena terpaku pada layar ponsel. Kurangnya aktivitas fisik ini diketahui dapat berdampak pada kesehatan serta perilaku sosial anak.
Peneliti Utama sekaligus Psikiater Anak di Children's Hospital Philadelphia, Ran Barzilay, mengatakan ponsel pintar harus dipandang sebagai faktor penting dalam kesehatan remaja. Oleh karena itu, orang tua perlu mempertimbangkan keputusan untuk memberikan ponsel kepada anak secara hati-hati dan mempertimbangkan potensi dampaknya terhadap kehidupan dan kesehatan mereka.
"Kami tidak mengklaim bahwa ponsel pintar merugikan kesehatan semua remaja. Sebaliknya, kami menganjurkan pertimbangan yang matang terhadap implikasi kesehatannya, menyeimbangkan konsekuensi positif dan negatif," katanya dikutip dari laman resmi Children's Hospital Philadelphia.
Barzilay tidak memungkiri bahwa semua remaja pada akhirnya akan memiliki ponsel pintar. Namun, ketika waktunya tiba, orang tua dan orang-orang dewasa di sekelilingnya disarankan untuk terus memantau apa yang dikonsumsi dan dilakukan anak-anak di ponsel mereka. Memastikan bahwa mereka tidak terpapar konten yang tidak pantas, serta tidur mereka tidak terganggu karena ponsel.
"Sangat penting bagi anak di usia muda untuk memiliki waktu jauh dari ponsel mereka untuk melakukan aktivitas fisik, sehingga dapat terhindar dari obesitas dan meningkatkan kesehatan mental secara berkelanjutan,” jelasnya.
