Kumparan Logo

Dapat Pasangan, Penyu Paling Langka di Dunia Ini Selamat dari Kepunahan

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyu kulit lunak Swinhoe betina akhirnya ditemukan di Vietnam. Foto: WCS Vietnam
zoom-in-whitePerbesar
Penyu kulit lunak Swinhoe betina akhirnya ditemukan di Vietnam. Foto: WCS Vietnam

Setelah hampir membuat putus asa para ilmuwan terkait eksistensinya, spesies penyu kulit lunak Swinhoe (Rafetus swinhoei) tampaknya bisa selamat dari kepunahan. Pada bulan lalu, para peneliti akhirnya menemukan penyu kulit lunak Swinhoe betina yang selama ini dikira sudah tidak ada lagi di dunia.

Penyu kulit lunak Swinhoe sendiri adalah hewan langka yang paling rawan punah. Sebelum sang betina ditemukan, spesies tersebut cuma ada satu ekor. Dia berjenis kelamin jantan dan saat ini tinggal di kebun binatang Suzhou di China.

Tentunya, kondisi tersebut kurang menguntungkan. Jika si pejantan mati sebelum punya anak, tak akan ada lagi penyu kulit lunak Swinhoe di dunia ini.

Namun, pada akhirnya para peneliti berhasil menemukan pasangan bagi penyu jantan itu pada Oktober 2020. Sang betina, yang punya panjang tubuh 1 meter dan bobot 86 kg, berhasil ditemukan di danau Dong Mo, Vietnam.

Penyu kulit lunak Swinhoe betina akhirnya ditemukan di Vietnam. Foto: WCS Vietnam

“Ini adalah misi yang sangat penting dan harus dilakukan secara efektif. Kami telah mencari saran dan konsultasi dari Ha Noi People's Committee untuk menyebarkan dokumen panduan dan bekerja sama dengan organisasi internasional untuk melaksanakan rencana pengembangan dan konservasi Rafetus swinhoei kami,” kata Wakil Direktur Departemen Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Ha Noi, Nguyen Huy Dang, dalam keterangan resminya.

Pencarian betina penyu kulit lunak Swinhoe dimulai pada 2019 lalu. Pencarian ini dimulai setelah betina terakhir sebelumnya meninggal pada April di tahun yang sama.

Peneliti menjelaskan, penyu betina sebelumnya meninggal ketika dibius saat menjalani inseminasi buatan. Kematian sang betina saat itu mengejutkan ilmuwan, sebab “prosedur pembiusan serupa sebelumnya telah dilakukan tanpa insiden.”

Upaya menyelamatkan penyu kulit lunak Swinhoe sebenarnya telah berlangsung pada 2008 lalu. Baik penyu jantan dan betina sama-sama dirawat di kebun binatang Suzhou, sembari para peneliti berupaya membuat mereka punya anak. Namun, upaya itu gagal dan sang betina keburu mati.

Setelah kegagalan ini, para ilmuwan mulai mencari penyu kulit lunak Swinhoe yang diduga berada di dua danau di Vietnam. Upaya terhambat oleh pandemi corona, di mana lockdown Vietnam mencegah tim internasional memasuki negara itu.

Scan ultrasound buktikan penyu kulit lunak Swinhoe yang ditemukan di Vietnam adalah betina. Foto: WCS Vietnam

Namun, pada bulan September pencarian terus dilakukan. Setelah berminggu-minggu memetakan danau, seekor penyu betina berhasil ditangkap dan dibawa ke kolam penampungan tempat para peneliti melakukan pemeriksaan kesehatan.

Berdasarkan tes DNA, ilmuwan memastikan bahwa penyu yang mereka temukan adalah penyu kulit lunak Swinhoe. Adapun melalui tes ultrasound, mereka memastikan jenis kelaminnya adalah betina.

“Dalam tahun yang penuh dengan berita buruk dan kesedihan di seluruh dunia, penemuan betina ini dapat menawarkan semua harapan bahwa spesies ini akan diberi kesempatan lain untuk bertahan hidup,” kata Country Director Wildlife Conversation Society Vietnam, Hoang Bich Thuy.

“Perburuan yang berlebihan dan perusakan habitat telah berkontribusi pada kematian spesies ini."

Para peneliti menjelaskan, diperkirakan masih ada satu ekor penyu kulit lunak Swinhoe lagi di Danau Dong Mo. Hewan tersebut diperkirakan berbobot 130 kg.

Para peneliti telah memulai upaya pencarian penyu tersebut pada November lalu. Mereka berharap dapat menangkapnya pada musim semi 2021, ketika air danau berada dalam permukaan yang paling rendah.