Detik-detik 2 Ular Paling Mematikan di Dunia Duel Berebut Wilayah Demi Betina
·waktu baca 3 menit

Dua ekor ular paling berbisa di dunia, black mamba atau mamba hitam, terekam kamera tengah bertarung sengit di halaman rumah seorang warga di Queensburgh, Afrika Selatan.
Kedua ular jantan itu bertarung selama lebih dari 30 menit. Mereka terlihat saling mencengkram, melilit satu sama lain berusaha menarik ke tanah. Ular sepanjang 2,8 meter mencoba menjepit leher lawannya yang berukuran lebih kecil darinya, dengan panjang 2,5 meter.
Nick Evans, penyelamat ular yang mengunggah video pertarungan ke media sosial Facebook, menyebut pertarungan itu dimenangkan oleh ular besar. Black mamba kecil yang kelelahan kemudian ditangkap dan dilepaskan ke alam liar, jauh dari pemukiman manusia.
Menurut Evans, kedua ular itu bertarung kemungkinan memperebutkan wilayah untuk mendapatkan betina. Musababnya, karena saat itu kebetulan bertepatan dengan musim kawin tiba.
“Mamba jantan tidak saling menggigit. Mereka bergulat sampai salah satunya menyerah,” tulis Evans.
Menurut John Dunbar, rekan postdoctoral Dewan Riset Irlandia di lab Venom System di University of Galway, Irlandia, black mamba adalah salah satu spesies ular paling berbisa di Bumi. Reptil ini punya reputasi terkenal sebagai ular paling mematikan di Afrika, di mana mereka bisa ditemukan di wilayah timur dan selatan benua tersebut.
Racun black mamba menargetkan saraf dan otot mangsanya. Racun bisa dengan cepat melumpuhkan dan membunuh manusia dalam waktu hanya 20 menit. Meski mematikan, Dunbar bilang bahwa black mamba adalah ular pemalu, mereka hanya akan menyerang ketika merasa terancam atau terkejut oleh kehadiran manusia.
“Racun adalah sumber daya berharga yang dimiliki untuk menangkap mangsa dan sebagai pertahanan,” ujar Dunbar sebagaimana dikutip Live Science.
Adapun perilaku yang terlihat di video dikenal sebagai “plaiting combat”, biasanya terjadi ketika ada betina di dekatnya. Nama plaiting combat diambil dari cara ular bertarung yang tampak seperti sedang ‘menganyam’ satu sama lain dalam upaya untuk menunjukkan dominasi kepada lawan dan mendapatkan betina.
Ketimbang hanya menggigit dan menaklukkan lawan dengan racun neurotoksik, tujuannya murni hanya untuk menang dengan memaksa lawan menyerang. Ini adalah pertunjukan stamina dan kekuatan fisik, bukan perang kimia.”
- John Dunbar, rekan postdoctoral Dewan Riset Irlandia di lab Venom System di University of Galway -
Faktanya, ular memiliki kekebalan terhadap racun spesiesnya sendiri. Artinya, jika black mamba mematuk black mamba lain, mereka punya antibodi yang bisa menetralkan racun dalam tubuh. Kendati begitu, mereka sebenarnya tidak sepenuhnya kebal, terkadang racun yang masuk dalam tubuh bisa membuatnya mati, terutama jika racun ada dalam dosis tinggi.
“Ini cukup rumit, dan mungkin mengapa pejantan menghindari menggigit selama ritual pertempuran ini, karena kekuatan dan stamina adalah ukuran yang lebih tepat bagi betina untuk menilai kemenangan mereka," katanya.
"Pejantan yang kalah biasanya pergi tanpa cedera, mungkin hanya harga dirinya yang runtuh, sementara pemenang akan mendapatkan jalan untuk kawin dengan betina."
