Kumparan Logo

Detik-detik Darah Manusia Terkena Bisa Ular Beracun, Beri Dampak Mengerikan

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustras ular kobra. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustras ular kobra. Foto: Shutterstock

Video yang memperlihatkan bisa ular beracun mengenai darah manusia beredar di media sosial. Gambar tersebut menunjukkan dampak mengerikan bagaimana racun tersebut dapat membekukan darah hanya dalam hitungan menit.

Video ini sekaligus menyoroti risiko berbahaya dari gigitan ular beracun terhadap manusia.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine (NEJM), para peneliti meninjau masalah kesehatan kesehatan global akibat racun ular, memeriksa morfologi ular berbisa, serta melihat apa yang terjadi ketika seseorang digigit ular berbisa.

Mereka menemukan, setiap tahunnya sekitar 80.000 hingga 130.000 orang terbunuh akibat digigit ular berbisa. Jumlah ini sama dengan kasus kematian akibat tuberkulosis.

Ini tak lain karena kurangnya ketersediaan antivenom di sejumlah negara sehingga membuat korban gigitan ular tak tertolong.

video youtube embed

Untuk melihat bagaimana dampak mengerikan racun ular pada tubuh, sejumlah orang mencoba melakukan percobaan dengan mencampur racun ular dengan darah manusia. Eksperimen ini diabadikan dalam sebuah video yang diunggah di media sosial YouTube.

Dalam video yang diposting di YouTube pada 2012 silam menunjukkan detik-detik racun ular Russell’s Viper dicampurkan dengan darah manusia. Dalam video yang sudah ditonton lebih dari 2,5 juta kali itu terlihat darah manusia yang asalnya cair berubah menjadi beku seperti hati ayam ketika ditetesi racun ular.

video youtube embed

Dalam video lain yang diposting pada 2017 lalu memperlihatkan racun Pit Viper Malaya mengubah darah manusia menjadi gumpalan. Video ini pun telah ditonton lebih dari 55 juta kali.

Sementara video yang diunggah pada 2021 oleh YouTuber dan ahli satwa liar, Coyote Peterson, menunjukkan dampak racun ular beludak pada darah dalam percobaan bersama yang dilakukan bersama ahli mikrobiologi Dr. Hunter Hines.

video youtube embed

Para peneliti mengatakan bahwa selain dapat membuat darah menggumpal, racun ular juga bisa mengganggu pembekuan sehingga membuat orang mengalami pendarahan hebat.

“Beberapa racun ular dapat menyebabkan keduanya (pendarahan dan pembekuan) secara bersamaan,” kata para peneliti sebagaimana dikutip Newsweek. “Kesadaran adalah hal yang sangat penting. Itu bisa mengurangi interaksi yang disengaja dengan ular berbisa yang bertanggung jawab atas risiko terkena racun ular. Di AS, diperkirakan setengah kasus gigitan ular berbisa akibat interaksi yang disengaja.”

Peneliti menambahkan, gigitan ular berbisa tanpa disengaja lebih banyak dialami oleh perempuan. Sementara laki-laki kebanyakan digigit ular karena melakukan interaksi langsung dengan ular tersebut, dengan kata lain mereka melakukan provokasi hingga membuat ular menggigitnya.

“Laki-laki cenderung terlibat dalam perilaku eksplorasi yang berisiko. Mengingat pria lebih mungkin berinteraksi langsung dengan ular sehingga lebih mungkin digigit ular,” kata peneliti.