Detik-detik Penampakan Gerhana Matahari di Planet Mars
ยทwaktu baca 3 menit

Tidak hanya Bumi, Gerhana Matahari juga dialami oleh planet lain seperti Mars. Bagaimana fenomena gerhana Matahari ini terjadi di Mars pernah direkam dengan sangat jelas oleh NASA.
Mirip dengan Bumi, Mars mengalami momen bayangan Bulan akan menutupi Matahari. Namun, Gerhana Matahari di Mars yang berhasil ditangkap oleh robot penjelajah NASA Opportunity, Curiosity, dan sekarang Perseverance, sangat berbeda dengan apa yang kita lihat di Bumi.
Dua Bulan Mars, Phobos dan Deimos, masing-masing mengelilingi Mars setiap 7,65 dan 30,35 jam. Sementara Bulan di Bumi, membutuhkan waktu 27 hari untuk sekali mengelilingi planet kita.
Phobos dan Deimos memiliki ukuran jauh lebih kecil ketimbang Bulan di Bumi. Selain itu, bentuk bulan Mars terlihat tidak simetris, tak seperti Bulan yang mengorbit Bumi yang tampak bulat mirip bola terang di malam hari.
Ketika Gerhana Matahari terjadi di Mars, bayangan Bulan tidak akan pernah menghalangi cahaya Matahari karena ukurannya yang lebih kecil. Alih-alih seluruh bayangannya menghalangi cahaya Matahari seperti yang dilakukan Bulan di Bumi, Bulan Mars justru terlihat seperti benda luar angkasa kecil yang transit. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat dalam video di bawah ini:
Para ilmuwan telah mengamati efek aneh saat Gerhana Matahari terjadi di Mars. Wahana antariksa InSight, sebuah observatorium yang dirancang untuk mengukur aktivitas seismik, mengalami perubahan posisi menjadi sedikit miring saat peristiwa gerhana Matahari terjadi Mars.
Ilmuwan mengaitkan kemiringan itu dengan deformasi permukaan Mars akibat efek pendinginan yang disebabkan berkurangnya radiasi Matahari. Dari kedua bulan yang mengorbit di Mars, Phobos memiliki siluet yang lebih besar saat membayangi Matahari, menghalangi sekitar 40 persen cahaya. Sementara itu, Deimos jauh lebih kecil dan menyerap lebih sedikit cahaya.
Ketika terjadi Gerhana Matahari Total di Bumi, piringan Bulan akan menutupi seluruh piringan Matahari dengan sempurna meski ukuran Bulan jauh lebih kecil. Ini karena sebuah kebetulan yang sangat menarik. Bulan diperkirakan 400 kali lebih kecil dari Matahari. Jaraknya 400 kali lebih dekat ke Bumi ketimbang Matahari. Artinya, ukuran Matahari dan Bulan akan terlihat sama di langit Bumi.
Kehadiran Manusia di Bumi datang di waktu yang tepat, karena kita bisa mengamati gerhana dengan sangat sempurna. Bulan memulai kehidupannya tak lama setelah Bumi tercipta, dan saat ini Bulan bergerak menjauh dengan kecepatan sekitar 3,28 sentimeter per tahun. Artinya, sekitar 600 juta tahun ke depan, manusia mungkin tidak akan lagi bisa menyaksikan gerhana Matahari total karena jarak bukan yang sudah berubah.
Video di bawah ini menunjukkan hasil tangkapan Curiosity saat Bulan Deimos menghalangi cahaya Matahari:
Di Mars, para ilmuwan juga bisa memanfaatkan fenomena gerhana untuk mempelajari berbagai hal. Mereka dapat menghubungkan pergerakan Phobos dengan efek gravitasi di Mars dan menggunakan informasi tersebut untuk memahami interior Mars yang misterius.
Selain itu, Gerhana Matahari juga bisa memprediksi nasib Phobos di masa depan. Bulan Phobos semakin mendekat ke Mars, dan menurut ilmuwan suatu hari Phobos akan berpisah dengan Mars akibat gravitasi. Planet Merah tersebut kemudian akan memiliki cincin Phobos untuk sementara waktu.
