Dikira Punah, Burung Langka Ini Terlihat di Papua Nugini Setelah 140 Tahun

21 November 2022 6:32
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penampakan terbaru burung merpati berkepala hitam yang diperkirakan telah punah. Foto: Doka Nason/American Bird Conservancy
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan terbaru burung merpati berkepala hitam yang diperkirakan telah punah. Foto: Doka Nason/American Bird Conservancy
ADVERTISEMENT
Seekor burung merpati berkepala hitam (Otidiphaps insularis) yang diperkirakan telah punah selama 140 tahun ditemukan kembali di hutan Papua Nugini. Burung itu terakhir terlihat pada 1882.
ADVERTISEMENT
Pencarian tersebut dilakukan oleh tim ekspedisi yang terdiri staf lokal dari Museum Nasional Papua Nugini serta ilmuwan internasional dari Cornell Lab of Ornithology dan American Bird Conservancy.
Mereka menghabiskan beberapa bulan untuk penelitian di Fergusson, sebuah pulau di Kepulauan D’Entrecasteaux di lepas pantai timur Papua Nugini, tempat awal burung itu didokumentasikan.
Pulau Fergusson punya medan pegunungan yang terjal, sehingga ekspedisi ini disebut sangat menantang bagi para ilmuwan. Menurut laporan CNN, banyak anggota komunitas mengatakan kepada tim bahwa mereka belum pernah melihat burung merpati kepala hitam dalam beberapa dekade.
Namun, dua hari sebelum para peneliti dijadwalkan untuk meninggalkan pulau itu, sebuah kamera pemantau menangkap rekaman burung yang sangat langka itu.
“Setelah sebulan mencari, melihat foto-foto pertama burung merpati berkepala hitam terasa seperti menemukan unicorn,” kata John C. Mittermeier, salah satu pemimpin ekspedisi, sekaligus direktur program pencarian burung di American Bird Conservancy.
ADVERTISEMENT
Ini adalah momen yang Anda impikan sepanjang hidup Anda sebagai seorang konservasionis dan pengamat burung.
- John C. Mittermeier, salah satu pemimpin ekspedisi -

Penemuan dibantu warga setempat

Penemuan burung berkepala hitam itu sendiri berhasil berkat bantuan warga sekitar. Para ilmuwan percaya wawasan dari penduduk setempat sangat penting bagi mereka untuk melacak burung yang sulit ditangkap itu.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Baru setelah kami mencapai desa-desa di lereng barat Gunung Kilkerran, kami mulai bertemu dengan para pemburu yang telah melihat dan mendengar burung-burung merpati,” kata Jason Gregg, seorang ahli biologi konservasi dan anggota tim ekspedisi.
Kami semakin percaya diri dengan nama lokal burung tersebut, yaitu ‘Auwo’, dan merasa semakin dekat dengan habitat inti tempat tinggal dia.
- Jason Gregg, ahli biologi konservasi dan anggota ekspedisi -
Seorang pemburu bernama Augustin Gregory, yang berbasis di desa pegunungan Duda Ununa, memberikan informasi terakhir yang membantu para ilmuwan menemukan burung-burung merpati.
Gregory memberi tahu tim bahwa dia telah melihat burung merpati bertengkuk hitam di daerah dengan “bukit dan lembah yang curam”. Ia juga melapor telah mendengar panggilan khas burung itu.
ADVERTISEMENT
Tim ekspedisi lantas menempatkan kamera di punggung bukit setinggi 3.200 kaki di dekat Sungai Kwama di atas Duda Ununa. Akhirnya, saat perjalanan mereka berakhir, mereka merekam burung yang sedang berjalan di hutan. Penemuan itu tentunya mengejutkan para ilmuwan dan masyarakat setempat.
“Masyarakat sangat antusias ketika melihat hasil ekspedisi, karena banyak orang yang belum pernah melihat atau mendengar tentang burung tersebut sampai kami memulai proyek kami dan mendapatkannya lewat video kamera pemantau,” kata Serena Ketaloya, seorang konservasionis dari Milne Bay, Papua Nugini.
Masih belum jelas berapa banyak burung merpati berkepala hitam yang tersisa. Sebuah penelitian pada tahun 2019 gagal menemukan bukti burung tersebut. Penemuan terbaru itu mungkin memberi harapan bahwa spesies burung lain yang dianggap punah masih ada di suatu tempat.
ADVERTISEMENT
“Penemuan kembali ini adalah mercusuar harapan yang luar biasa bagi burung lain yang telah hilang selama seabad atau lebih,” kata Christina Biggs, manajer Search for Lost Species. “Medan yang dicari tim sangat sulit, tetapi tekad mereka tidak pernah goyah, meskipun begitu sedikit orang yang ingat pernah melihat burung merpati dalam beberapa dekade terakhir.”
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020