Kumparan Logo

Dinyatakan Punah, Macan Dahan Formosa Menampakkan Diri Lagi di Taiwan

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Macan dahan formosa atau Neofelis nebulosa brachyura, dinyatakan punah pada 2013. Belakangan, ia dilaporkan kembali terlihat. Foto: SSR2000 via Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Macan dahan formosa atau Neofelis nebulosa brachyura, dinyatakan punah pada 2013. Belakangan, ia dilaporkan kembali terlihat. Foto: SSR2000 via Wikimedia Commons

Usai dinyatakan sebagai hewan punah pada 2013 lalu, macan dahan formosa yang memiliki nama ilmiah Neofelis nebulosa brachyura kembali menampakan diri di sebuah hutan di Taiwan. Kabar ini diterima usai penduduk setempat mengaku melihat kucing liar itu di dua kali kesempatan berbeda pada Juni 2018.

Presiden Association of the Austronesian Community College Development Association sekaligus kepala suku Paiwan, Kao Cheng-Chi, mengatakan penduduk desa telah membentuk tim untuk melakukan patroli di sekitar Desa Alangyi usai mendapatkan laporan pada Juni lalu.

Salah seorang anggota patroli menceritakan, ia melihat macan dahan formosa sedang berburu kambing di sebuah tebing di Daren Township, Taitung. Sementara anggota lainnya melihat macan itu di dekat sepeda motor, lalu dengan cepat berlari ke balik pepohonan.

Penduduk Asli Formosa di Taiwan Foto: Antara/Prasetyo Utomo

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, pada Juni 2018 Biro Kehutanan Taiwan merilis daftar baru tentang satwa liar yang dilindungi, dan macan dahan formosa masuk dalam daftar tersebut sebagai kategori I. Kepala desa setempat juga telah mengadakan rapat dan melarang pihak luar masuk serta melakukan perburuan.

“Ini akan menjadi peristiwa besar untuk menghilangkan macan dahan formosa dari daftar hewan punah,” ujar Chao Ren-fang, profesor di institut biologi di I-Shou University yang terlibat dalam tinjauan daftar konservasi, seperti dilansir IFL Science.

Macan dahan formosa telah menjadi simbol konservasi Taiwan dan merupakan roh suci bagi suku Paiwan. Sejarah mencatat, pada abad ke-13, orang-orang pribumi memburu serta mengambil kulit macan itu untuk diperjualbelikan di kota-kota dan pelabuhan seperti Tainan.

Neofelis nebulosa. Foto: Lemmikkipuu via Wikimedia Commons

Menurut kesaksian para pemburu, macan itu terakhir menampakan diri pada tahun 1983. Setelah itu, berdasarkan survei yang dilakukan pada 1990 hingga 1993 di Cagar Alam Dawushan dengan menggunakan 400 kamera dan telah menghasilkan 1.600 gambar, tidak terlihat lagi jejak macan tersebut.

Hingga kemudian dilakukan survei yang kedua kalinya, berlangsung dari 2001 hingga 2013. Setelah 13 tahun melakukan penelitian, macan dahan formosa tidak juga ditemukan. Hal ini kemudian mendorong pada anggapan sekaligus pernyataan bahwa macan itu telah mengalami kepunahan.

Setengah dasawarsa setelah dinyatakan punah, macan itu kembali menampakkan diri, dan membuat kaget banyak pihak. Hewan ini akhirnya ditetapkan sebagai hewan yang dilindungi.