Kumparan Logo

Fakta Mengejutkan Betapa Kotornya Toilet Umum: Banyak Kuman dan Virus

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi toilet umum. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi toilet umum. Foto: Shutter Stock

Kalau kamu sebagai orang tua, atau punya kondisi kesehatan tertentu yang bikin harus sering ke kamar mandi, mungkin sudah hafal toilet umum mana saja yang lumayan layak dipakai di sekitarmu.

Namun terkadang, dalam kondisi tertentu tidak banyak pilihan. Mau tak mau, kamu harus menggunakan toilet yang terlihat seperti tak dibersihkan berhari-hari. Pertanyaannya, beranikah kamu duduk di kursi toilet tersebut?

Lalu, bagaimana kalau kursinya tampak cukup bersih? Apakah tetap berisiko tertular penyakit? So, mari kita bahas fakta-fakta terkait toilet umum.

Apa yang Ada di Dalam Toilet Umum?

Tahukah kamu, orang dewasa sehat rata-rata menghasilkan lebih dari satu liter urine dan lebih dari 100 gram tinja setiap hari. Semua orang membawa bakteri dan virus dalam kotorannya, dan sebagian bisa berpindah ke toilet.

Bagi orang yang sedang diare, jumlah mikroba berbahaya yang terbawa bisa lebih banyak. Itu sebabnya toilet umum kerap jadi semacam “sup mikroba”, apalagi kalau dipakai banyak orang dan jarang dibersihkan.

Kuman Apa Saja yang Ada di Kursi Toilet?

Beragam mikroba pernah ditemukan di kursi toilet dan area sekitarnya, seperti:

  • Bakteri usus: E. coli, Klebsiella, Enterococcus, hingga virus seperti norovirus dan rotavirus. Bisa menyebabkan muntah dan diare.

  • Bakteri kulit: termasuk Staphylococcus aureus, bahkan yang kebal antibiotik, serta bakteri lain seperti pseudomonas dan acinetobacter. Bisa memicu infeksi.

  • Telur cacing dari tinja dan organisme bersel satu seperti protozoa yang bisa menyebabkan sakit perut.

  • Biofilm, yaitu lapisan kuman yang menempel di bawah pinggiran toilet dan permukaan lain.

ilustrasi bakteri Foto: Shutterstock

Apakah Kursi Toilet Bagian yang Paling Kotor?

Ternyata tidak. Lotti Tajouri, profesor madya Genomik dan Biologi Molekuler, Ilmu Medis, di Bond University, mengatakan penelitian terbaru menunjukkan kursi toilet umum sering kali lebih bersih dibanding gagang pintu, keran air, atau tombol flush. Bagian-bagian itu sering disentuh tangan, bahkan tangan yang belum dicuci.

Toilet umum di tempat ramai bisa dipakai ratusan kali seminggu. Ada yang dibersihkan rutin, tapi banyak juga yang hanya sekali sehari atau malah lebih jarang. Tandanya toilet jarang dibersihkan mudah dikenali: bau pesing, lantai kotor, dan kotoran yang terlihat jelas.

Namun, masalah terbesar bukan soal duduk di kursi, melainkan saat toilet disiram. Ketika tombol flush ditekan tanpa menutup penutup toilet, akan muncul apa yang disebut toilet plume, semburan partikel mikroskopis berisi kuman yang bisa melayang hingga dua meter.

Ilustrasi cipratan air kalau kloset tak ditutup saat diflush. Foto: Patrick Campbell/University of Colorado Boulder

Tak hanya itu, pengering tangan otomatis juga bisa menyebarkan kuman jika orang tidak mencuci tangan dengan benar. Alih-alih sekadar mengeringkan, udara bertekanan bisa ikut menyebarkan kuman ke seluruh ruangan.

Bagaimana Kuman Menyebar?

Ada beberapa cara kuman dari toilet umum bisa masuk ke tubuh:

  • Kontak kulit: duduk di kursi kotor atau menyentuh gagang pintu. Kulit sehat cukup kuat menahan, tapi luka atau lecet bisa jadi pintu masuk kuman.

  • Menyentuh wajah: setelah dari toilet, jika menyentuh mata, mulut, atau makanan tanpa cuci tangan, kuman bisa masuk.

  • Terhirup: di toilet kecil atau ramai, partikel dari toilet plume bisa ikut terhirup.

  • Percikan air: kuman bisa tetap ada di air toilet bahkan setelah beberapa kali flush.

Ilustrasi toilet umum. Foto: Shutter Stock

Tips Tetap Aman di Toilet Umum

Ada beberapa cara mudah melindungi diri:

  • Gunakan pelapis kursi toilet (toilet seat cover) atau alas tisu sebelum duduk.

  • Jika ada tutup, lap dengan tisu alkohol lalu tutup sebelum flush. (Meski tak 100% mencegah sebaran kuman, tetap lebih baik.)

  • Cuci tangan dengan sabun dan air selama minimal 20 detik.

  • Bawa hand sanitizer atau tisu antibakteri kalau sabun tidak tersedia.

  • Hindari pengering tangan otomatis, pilih tisu kertas.

  • Rutin bersihkan ponsel dan jangan main ponsel di toilet, ponsel bisa jadi sarang kuman.

  • Jika mengganti popok bayi, bersihkan alas ganti sebelum dan sesudah dipakai.

Jadi, Aman Nggak Duduk di Toilet Umum?

Bagi kebanyakan orang sehat, duduk di kursi toilet umum berisiko rendah. Kalau ingin lebih tenang, bisa lap kursi dengan tisu alkohol atau gunakan alas duduk sekali pakai.

Sebagian besar infeksi bukan berasal dari kursi toilet, melainkan dari tangan kotor, gagang pintu, percikan flush, dan ponsel yang dibawa ke toilet.

Daripada terlalu khawatir soal duduk, lebih baik fokus ke higienitas, bisa dilakukan dengan cara rajin cuci tangan, pilih tisu kertas dibanding hand dryer, bersihkan kursi bila perlu, dan jaga kebersihan ponsel.

Satu hal lagi, hindari posisi jongkok melayang di atas toilet duduk. Selain bikin otot panggul tegang sehingga buang air kecil tak tuntas, cara ini juga bisa menyebabkan cipratan yang justru bikin makin kotor.