Fantasi Seks Bisa Jawab Kebutuhan Emosional Seseorang

2 Agustus 2020 10:17 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi BDSM Foto: Dok. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi BDSM Foto: Dok. Shutterstock
ADVERTISEMENT
Jika kamu pernah berangan-angan untuk melakukan threesome, bertemu dengan orang asing seksi menggunakan borgol kemudian berjalan ke tempat tidurmu, atau meminta pasanganmu mendesah saat berhubungan seks, kamu tidak sendirian.
ADVERTISEMENT
Justin Lehmiller, seorang peneliti seks di The Kinsey Institute, melakukan sebuah riset dengan cara mensurvei 4.175 orang Amerika Serikat tentang fantasi seksual favorit mereka untuk bukunya “Tell Me What You Want” dan memberi tahu pembaca apa arti temuannya.
Menurut Lehmiller, sulit rasanya untuk menyimpulkan secara detail hubungan antara fantasi seksual dengan keinginan seseorang karena setiap manusia memiliki fantasi seks dengan alasan yang sangat berbeda.
"Fantasi seksual sangat kompleks, setiap orang memiliki tingkat penekanan dan fokus berbeda," kata Lehmiller. Kendati begitu, penelitian yang dilakukan Lehmiller menunjukkan bahwa fantasi seks yang orang pikirkan cenderung memiliki keinginan emosional yang sama. Berikut penjelasannya.
Ilustrasi berhubungan seks. Foto: Shutterstocks

Jika kamu berfantasi tentang romansa dan hasrat, kamu mungkin takut ditinggalkan

Kebutuhan emosional dapat terwujud dalam fantasi yang sangat romantis atau penuh gairah. Lehmiller mengatakan, orang-orang yang takut ditinggalkan dan cemas terhadap hubungannya, lebih cenderung memiliki citra romantis dan penuh gairah dalam fantasi mereka. Ini tak lain karena mereka berusaha menenangkan perasaan tidak aman yang dialami.
ADVERTISEMENT

Jika kamu berfantasi melakukan threesome dengan pasangan, kamu mungkin membutuhkan perhatian

Selama penelitiannya, Lehmiller menemukan bahwa threesome adalah salah satu fantasi paling umum yang dimiliki responden. Ketika orang berfantasi threesome dengan pasangan mereka, bisa jadi orang itu membutuhkan perhatian lebih. Tapi, jika seseorang berfantasi melakukan threesome dengan pasangan orang lain, bisa jadi orang tersebut lebih menginginkan petualangan ketimbang perhatian.

Jika kamu berfantasi ingin mendominasi di kamar tidur, itu bisa jadi kamu ingin meluapkan emosi

Mendominasi dalam berhubungan seks adalah fantasi populer lainnya untuk pria dan wanita, kata Lehmiller. Ini sering disamakan dengan singkatan BDSM yang merupakan kependekan dari bondage, dominance, sadism, dan masochism.
Ketika seseorang berfantasi melakukan seks BDSM dengan merelakan dirinya didominasi oleh pasangan mereka, ini mungkin kamu sedang tertekan dan cenderung ingin menghilangkan tekanan tersebut.
Ilustrasi berhubungan seks di kamar mandi. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT

Jika fantasi seksual terasa tabu, itu bisa berarti kamu ingin mencoba hal-hal baru

Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa orang-orang yang sering berfantasi seperti threesome dan BDSM, cenderung lebih imajinatif dan terbuka terhadap hal-hal baru ketimbang mereka yang kurang berfantasi.
Dia mengatakan orang-orang yang memiliki kepribadian yang lebih terbuka terhadap pengalaman baru cenderung berfantasi lebih banyak tentang hampir semua hal, termasuk skenario yang benar-benar tidak biasa dan aneh.

Orang yang lebih tua cenderung memiliki lebih banyak fantasi seksual

Terakhir, Lehmiller menemukan bahwa orang-orang di usia 40 dan 50-an yang menjalin hubungan monogami jangka panjang cenderung lebih banyak berfantasi seks ketimbang anak muda. Ini tak lain karena kemungkinan orang-orang di usia tersebut ingin keluar dari kebiasaan seks dan mencoba sesuatu yang baru. Orang menggunakan fantasi mereka sebagai cara untuk membebaskan diri dan memenuhi kebutuhan akan hal baru, kata Lehmiller.
ADVERTISEMENT