FDA Peringatkan Bahaya Madu ‘Peningkat Gairah Seksual’, Dijual di e-Commerce RI

14 Juli 2022 8:19
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
ilustrasi madu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi madu Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS melayangkan surat peringatan kepada empat perusahaan yang menjual madu mengandung bahan obat aktif yang tak terdaftar.
ADVERTISEMENT
Empat perusahaan tersebut diketahui telah mempromosikan madu ini sebagai obat penambah gairah seksual atau obat kuat. Sementara uji lab menunjukkan bahwa madu mengandung bahan aktif bahan aktif yang ditemukan dalam obat disfungsi ereksi, termasuk tadalafil (Cialis) dan sildenafil (viagra).
Tadalafil dan sildenafil cuma bisa digunakan di bawah pengawasan dokter. Ini karena kedua zat tersebut berinteraksi dengan obat resep umum yang dikenal sebagai nitrat.
Nitrat umumnya digunakan oleh penderita diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung, serta bisa menyebabkan pembuluh dara melebar sehingga meningkatkan aliran darah dan oksigen ke jantung.
Karena Tadalafil dan sildenafil menyebabkan pembuluh darah melebar, jadi jika seseorang menggunakan obat ini secara bersamaan dengan nitrat, tekanan darah orang tersebut bisa turun ke tingkat yang sangat rendah.
ilustrasi penis Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi penis Foto: Shutterstock
Menurut Mayo Clinic, tekanan darah yang sangat rendah ini dapat mengancam jiwa karena organ vital berisiko tidak menerima suplai darah dan oksigen yang cukup. Defisit ini dapat menyebabkan syok, kerusakan organ yang tidak dapat diperbaiki, hingga kematian.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Produk berbasis madu yang terkontaminasi seperti ini berbahaya, karena konsumen kemungkinan tidak menyadari risiko yang bisa ditimbulkan dari kandungan obat resep yang tersembunyi dalam produk ini, dan bagaimana zat tersebut dapat berinteraksi dengan obat serta suplemen lain yang mungkin mereka konsumsi," kata Judy McMeekin, komisaris asosiasi FDA untuk urusan regulasi sebagaimana dikutip Live Science.
Produk yang dipasarkan dengan bahan yang tidak teridentifikasi mungkin berbahaya dan dalam beberapa kasus, menyebabkan kematian bagi konsumen. Kami mendorong konsumen untuk tetap waspada saat berbelanja online atau di toko untuk menghindari membeli produk yang membahayakan kesehatan mereka, dan sebagai gantinya mencari perawatan yang efektif dan disetujui FDA."
- Judy McMeekin -
Adapun empat perusahaan yang menerima surat peringatan dari FDA adalah Thirstyrun LLC atau juga dikenal US Royal Honey LLC, MKS Enterprise LLC, Shopaax.com, dan 1am USA Incorporated dba Pleasure Products USA.
Ilustrasi berhubungan seks di kamar mandi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berhubungan seks di kamar mandi. Foto: Shutterstock
FDA mengatakan perusahaan-perusahaan ini melanggar undang-undang federal dengan dugaan menjual bahan obat aktif dalam produk yang dipasarkan sebagai makanan, dan membuat klaim tidak benar dengan menyebut produknya bisa mengobati penyakit atau meningkatkan kesehatan.
ADVERTISEMENT
Sementara produk madu yang dipromosikan sebagai peningkat gairah seksual tersebut adalah Etumax VIP Royal Honey for Him, Dose Vital Honey for Men, Secret Miracle Royal Honey for Her dan X-Rated Honey for Men. Produk-produk ini juga tampaknya dijual di e-commerce Indonesia.

“FDA telah meminta tanggapan dari perusahaan dalam waktu 15 hari kerja yang menyatakan bagaimana mereka akan mengatasi masalah ini atau memberikan alasan dan informasi pendukung mengapa mereka berpikir produk tersebut tidak melanggar hukum."

- FDA

"Jika tidak ada tanggapan atau tidak segera mengambil tindakan, ini bisa mengakibatkan tindakan hukum, termasuk penyitaan produk dan/atau perintah," tambah FDA.
Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS itu mendorong konsumen untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan sebelum membeli produk over-the-counter yang dipasarkan untuk peningkat gairah seksual.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020