Fenomenal, Tanaman Penis Langka Khas Indonesia Akhirnya Mekar di Eropa
·waktu baca 3 menit

Setelah lebih dari dua dekade menunggu, tanaman penis khas Indonesia akhirnya mekar di benua Eropa. Tanaman langka tersebut, yang memiliki nama ilmiah Amorphophallus decus-silvae, terakhir kali mekar di Eropa pada 1997.
Amorphophallus decus-silvae sebenarnya nama saintifik untuk tanaman yang dikenal di Indonesia sebagai bunga bangkai. Adapun di Eropa, spesies tanaman langka tersebut lebih populer disebut tanaman penis karena bentuk bunganya yang seperti lingga menjulang ke atas.
Tanaman penis langka ini berbunga pada 19 Oktober 2021 di Hortus Botanicus Leiden, kebun raya milik Universitas Leiden di Belanda. Menurut keterangan kebun raya, tanaman tersebut sebenarnya telah berusia 6 tahun, tetapi kuncup bunganya baru tampak pada tahun ini.
“Kuncup bunga itu terlihat pada pertengahan September dan dalam waktu yang sangat singkat telah tumbuh menjadi batang sepanjang dua meter dengan perbungaan sekitar setengah meter,” jelas kebun raya Universitas Leiden dalam situs web mereka.
Beberapa kebun raya memiliki Amorphophallus decus-silvae dalam koleksi mereka, membuat pembungaan tanaman sangat langka.
- Hortus Botanicus Leiden, Universitas Leiden -
Tanaman penis Amorphophallus decus-silvae sendiri merupakan tanaman khas asal Indonesia. Ia masih berkerabat dekat tanaman Amorphophallus gigas dan Amorphophallus titanum yang sama-sama asli Indonesia. Namun, berbeda dari kedua kerabatnya itu, Amorphophallus decus-silvae hanya dapat ditemukan di Pulau Jawa, kata Universitas Leiden.
Di negara kita yang kaya akan hutan hujan tropis, tanaman penis lebih mudah mekar karena udaranya hangat dan lembab, lingkungan yang mendukung proses pembungaan. Nah, tanaman penis ini sangat sulit berbunga di Eropa karena lingkungannya tidak mendukung.
Kebun raya Universitas Leiden pun mengatakan bahwa sulit untuk memprediksi secara pasti kapan tanaman penis akan berbunga.
Saat mekar, tanaman penis Amorphophallus decus-silvae akan menghasilkan aroma busuk — yang menjelaskan mengapa ia juga dikenal sebagai bunga bangkai. Proses pembungaan tanaman ini memiliki dua fase, menurut kebun raya Universitas Leiden.
Pertama-tama, tanaman penis betina akan mekar dan mengeluarkan spadix, bagian perbungaan berwarna putih yang bentuknya seperti penis. Spadix ini akan memanas dan mengeluarkan bau daging busuk yang menyengat hingga mengundang lalat dan serangga penyerbuk lainnya.
Selain itu, pembungaan Amorphophallus decus-silvae juga memerlukan tanaman penis jantan yang mekar dan menghasilkan serbuk sari. Lalat yang yang telah hinggap di tanaman penis jantan akan membawa serbuk sari tersebut untuk penyerbukan saat hinggap di tanaman betina yang telah mekar.
Kebun raya Universitas Leiden menyebut bahwa tanaman penis yang mereka pelihara berjenis kelamin jantan. Namun, “karena tidak ada spesimen lain yang mekar di Hortus Botanicus Leiden, serbuk sari dikumpulkan untuk digunakan nanti atau untuk dikirim ke kebun raya lainnya,” terang mereka.
