Foto: RNA Harimau Tasmania yang Punah Ditemukan, Buka Peluang Hidup Lagi
·waktu baca 1 menit
Para ilmuwan di Stockholm, Swedia, menemukan asam ribonukleat (ribonucleic acid/RNA) dari harimau Tasmania yang sudah punah untuk pertama kalinya. Penemuan ini meningkatkan harapan untuk membangkitkan lagi spesies yang dianggap hilang selamanya.
RNA merupakan asam nukleat yang terdiri atas adenin, sitosin, dan urasil yang terdapat pada inti sel. Senyawa kimia yang dibuat oleh tubuh ini memiliki banyak fungsi, salah satunya menyimpan informasi genetik.
“RNA belum pernah diekstraksi dan diurutkan dari spesies yang punah sebelumnya,” kata profesor genomik evolusioner di Universitas Stockholm dan pemimpin proyek penelitian, Love Dalen, seperti dikutip AFP.
Kemampuan untuk memulihkan RNA dari spesies yang punah merupakan sebuah langkah kecil (menuju) kemungkinan untuk menghidupkan kembali spesies yang punah di masa depan.
- Love Dalen, Profesor Genomik Evolusioner di Universitas Stockholm -
Dalen dan timnya mengurutkan molekul RNA dari spesimen harimau Tasmania berusia 130 tahun. Jasad hewan punah itu tersimpan pada suhu kamar di Museum Sejarah Alam Swedia.
Mereka mampu merekonstruksi RNA kulit dan otot rangka.
Harimau Tasmania terakhir mati di penangkaran pada1936 di Kebun Binatang Beaumaris di Tasmania, Australia.
