kumparan
14 Oktober 2019 18:06

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan saat Terjadi Ledakan Nuklir

Ilustrasi bom nuklir. Foto: AFP
Belakangan, peristiwa ledakan nuklir diramalkan bakal terjadi oleh sejumlah peneliti. Penduduk Amerika Serikat bahkan sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mengantisipasi hal terburuk saat perang nuklir benar-benar menjadi kenyataan.
ADVERTISEMENT
Mereka ikut ketar-ketir saat beberapa peneliti mulai merancang skenario kronologi pecahnya perang nuklir dalam berbagai versi. Belum lagi, prediksi-prediksi yang sering berseliweran terkait dampak yang mungkin ditimbulkan setelah peristiwa mencekam itu terjadi, turut menghantui seluruh penduduk dunia.
Jika suatu saat ledakan nuklir benar-benar terjadi, orang-orang hanya memiliki waktu 15 menit untuk menyelamatkan diri sebelum partikel radio aktif jatuh ke permukaan Bumi. Seperti diketahui, ledakan nuklir dapat menghasilkan awan debu dan partikel radioaktif seperti pasir yang menyebar ke lapisan atmosfer.
Ilustrasi bom nuklir. Foto: News1/Pool via REUTERS
Itu sebabnya, orang-orang harus segera menemukan tempat berlindung di sebuah bangunan yang terbuat dari batu bata atau beton seperti di dalam rumah, sekolah, atau perkantoran. Aksi penyelamatan diri tersebut setidaknya dapat mengurangi risiko terkena paparan radioaktif yang dihasilkan dari ledakan nuklir.
ADVERTISEMENT
Jika manusia sampai terkena paparan partikel radioaktif, maka akan menyebabkan mereka keracunan radiasi. Yang terjadi selanjutnya, sel-sel tubuh pun akan rusak.
IFL Science telah merangkum sejumlah tips yang seharusnya manusia lakukan untuk tetap bertahan hidup dalam situasi genting tersebut. Ada beberapa hal pula yang patut dihindari di 15 menit yang sangat menentukan hidup dan mati itu.
Pertama, sebaiknya kamu menjatuhkan diri ke tanah dengan tangan yang terselip di bawah tubuh, seperti posisi tiarap. Posisi tubuh seperti ini direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dengan tujuan melindungi tangan, lengan dan wajah dari terik panas yang mampu membakar kulit. Barulah setelah beberapa saat, kamu bisa bangkit dan mencari tempat berlindung.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya, kamu sama sekali tidak diperkenankan menatap langsung ke arah ledakan. Memang hal yang tidak mungkin untuk menghindari semburan cahaya ketika kamu berada tidak jauh dari sumber ledakan nuklir. Saat itu terjadi, penglihatanmu tidak akan berfungsi selama 15 detik hingga satu menit. Menurut CDC, jika kamu cukup beruntung karena berada jauh dari sumber ledakan, sebaiknya segera menutup mata.
Ilustrasi bom nuklir. Foto: WikiImages/pixabay
Disarankan untuk menutupi wajah dengan bahan kain seperti handuk atau pakaian. Gunakan pula syal atau sapu tangan untuk menutupi hidung dan mulut karena partikel radioaktif juga bisa berbahaya apabila terhirup.
Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA) AS mengimbau agar tidak menjadikan kendaraan seperti mobil sebagai tempat untuk berlindung. Alasannya karena bingkai logam pada kaca jendela mobil terlalu tipis untuk melindungimu dari paparan nuklir. Bahkan jika kamu memutuskan untuk mengemudikan mobil pun akan sia-sia karena sukar untuk mengantisipasi radiasi.
ADVERTISEMENT
Kecuali, jika kamu memilih untuk bersembunyi di dalam mobil dengan posisi tubuh merunduk. Namun dengan catatan, mobilmu ada di dalam garasi yang letaknya di bawah tanah, hal itu akan memberikan perlindungan berlapis.
Ilustrasi dambak bencana nuklir. Foto: Reuters/Gleb Garanich
Dibandingkan berlindung di dalam kendaraan, FEMA lebih merekomendasikan sebuah bangunan yang terbuat dari bata atau beton sebagai tempat paling aman setelah terjadi serangan nuklir. Kriteria bangunan yang ideal untuk berlindung menurut FEMA adalah tempat-tempat yang memiliki sedikit jendela atau tanpa jendela serta memiliki ruang bawah tanah.
Namun jika mendesak, misalnya dalam waktu 15 menit kamu tidak bisa menemukan bangunan seperti yang direkomendasikan FEMA, kamu bisa mencari perlindungan di mana pun asalkan tidak berdiam diri di luar ruangan. Tunggu sampai satu jam sebelum bergerak pindah ke tempat yang lebih aman karena pada saat itu potensi paparan radiasi kemungkinan sudah menurun sekitar 55 persen.
ADVERTISEMENT
Lalu, jangan coba-coba berdiri di dekat jendela begitu kamu sudah menempati sebuah ruangan. Jika kamu berada disebuah gedung bertingkat, jauhi lantai atas dan lantai bawah. Usahakan untuk selalu berada di tengah ruangan untuk menghindari jangkauan gelombang kejut dari ledakan nuklir yang mampu menghancurkan jendela hingga 16 kilometer jauhnya dari ledakan. Akibatnya, pecahan kaca bisa dengan mudah melukai orang yang berada di posisi terlalu dekat dengan jendela.
Jangan lupa juga untuk mematikan pemanas atau pendingin udara yang berpotensi menyebarkan partikel terkontaminasi ke seluruh ruangan tempatmu berlindung.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS menyarankan untuk tetap tinggal di dalam ruangan setidaknya selama 24 jam setelah terjadi ledakan nuklir. Jika akan keluar ruangan, sebaiknya tunggu setelah 48 jam karena pada saat itu, tingkat paparan akan menurun drastis menjadi hanya satu persen.
ADVERTISEMENT
Hal selanjutnya yang bisa kamu lakukan adalah bersihkan badan dengan mandi sesegera mungkin. Usahakan untuk mandi menggunakan air hangat. Oleskan sabun dengan lembut ke permukaan kulit karena jika kamu menggosok badan terlalu keras akan mudah merusak kulit sebagai pelindung alami.
Jika akses kamar mandi sulit ditemui, FEMA menyarankan untuk memanfaatkan air keran atau wastafel. Kamu bisa menyiasatinya dengan membersihkan tubuh menggunakan kain atau lap yang dibasahi.
Bersihkan hidung dan telinga serta kelopak mata, hal ini penting karena kemungkinan besar ada puing-puing yang tersangkut di beberapa anggota tubuhmu itu.
Terakhir, jika ingin mencuci rambutmu, pastikan untuk tidak menggunakan kondisioner setelah keramas. Menurut CDC, kondisioner membawa senyawa surfaktan kationik yang mampu mengikat partikel radioaktif sehingga jika kondisioner digunakan maka partikel berbahaya itu kemungkinan bisa terjebak di rambutmu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan