Kumparan Logo

Harta Karun Emas dan Perak Era Viking Berusia 800 Tahun Ditemukan

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bros berlapis emas yang ditemukan di Situs Warisan Dunia Haithabu-Danewerk, Jerman. Foto: ALSH
zoom-in-whitePerbesar
Bros berlapis emas yang ditemukan di Situs Warisan Dunia Haithabu-Danewerk, Jerman. Foto: ALSH

Timbunan harta karun berisi 30 koin perak dan perhiasan berlapis emas ditemukan di dekat Situs Warisan Dunia Haithabu-Danewerk, Jerman. Harta karun ditemukan secara kebetulan saat sesi pelatihan detektor logam.

Haithabu-Danewerk sendiri pernah menjadi pusat perdagangan Viking. Permukiman Haithabu hancur pada 1066. Saat itulah seorang musafir yang tidak diketahui namanya mengubur hasil rampasan mereka di situs Haithabu-Danewerk.

Harta karun disimpan dalam tas dan dikubur di dalam tanah. Entah kenapa, musafir itu tidak pernah kembali untuk mengambil harta rampasannya. Berabad-abad kemudian, timbunan ditemukan secara kebetulan saat sesi pelatihan detektor logam.

Dari puluhan harta karun yang ditemukan, salah satu benda yang paling menarik perhatian adalah bros berlapis emas yang didesain meniru dinar emas Almohad, koin era Islam berasal antara tahun 1147 dan 1269. Kekhalifahan Almohad menyebar hingga Afrika Utara dan Spanyol selatan. Bros ini menandakan bahwa pengaruh Almohad juga terasa hingga Skandinavia.

Koin emas era Islam yang ditemukan di Situs Warisan Dunia Haithabu-Danewerk, Jerman. Foto: ALSH

Selain bros emas, juga ditemukan cincin emas, satu piringan emas, dan harta karun koin perak. Berdasarkan pemeriksaan awal, harta karun ini berasal dari masa pemerintahan raja Denmark Waldemar II, yang memerintah antara tahun 1202 dan 1241.

Harta karun kemungkinan terkubur pada paruh pertama abad ke-13, ahli di Kantor Arkeologi Negara Schleswig-Holstein menyimpulkan, timbunan berusia hampir 800 tahun. Saat ini harta karun sudah dilaporkan ke otoritas arkeologi setempat.

“Berkat komitmen para pendeteksi, artefak yang masih berada di dalam tanah dapat lebih terlindungi,” papar Kantor Arkeologi Negara Bagian Schleswig-Holstein sebagaimana dikutip IFL Science. “Namun, ini bukan hanya tentang menemukan. Sebaliknya, kami juga bertujuan untuk melestarikan artefak tersebut.”

“Melestarikan referensi sejarah lanskap itu penting karena memungkinkan pemirsa untuk berempati dengan sejarah.”