Hasil Pertarungan Mematikan antara Ular King Kobra dan Piton

Dua ular yang termasuk dalam daftar ular paling mematikan di dunia, king kobra dan piton, tampak saling membelit dalam keadaan tak bernyawa di sebuah foto yang sedang viral di internet.
Dilansir Live Science, pertarungan antara dua ular itu berakhir seri. King kobra (Ophiophagus hannah) yang bisanya dapat membunuh seekor gajah, tampak tak berdaya melawan lilitan lawannya, si ular piton (Python reticulatus).
Hal yang sama juga dialami oleh ular piton tersebut. Ular yang dikenal sebagai salah satu ular terbesar di dunia itu, tak mampu melawan bisa mematikan milik ular kobra.
Selama ini ular piton dikenal mampu tumbuh sepanjang sekitar tujuh meter dan seberat 75 kilogram. Adapun panjang dan berat ular kobra “hanya” dapat mencapai sekitar lima meter dan sembilan kilogram.
Namun dari foto pertarungan yang sedang viral itu, tampak ukuran ular kobra hampir sama besar dengan ukuran ular piton. Sepertinya ular kobra dalam foto itu sudah hampir mencapai ukuran tubuh maksimumnya.
Terlihat dari foto tersebut, sepertinya lokasi pertarungan terjadi tidak jauh dari pemukiman manusia. Meski tidak diketahui di negara mana, sepertinya pertarungan terjadi di sebuah negara Asia dengan iklim tropis, dan kemungkinan besar di Asia Tenggara, tempat kedua ular itu berasal.
Dari foto tersebut kita juga dapat melihat bahwa rahang maut ular kobra tersebut menancap di bagian leher ular piton. Sementara itu ular piton tidak mau kalah dengan melilit leher dan bagian atas tubuh ular kobra.
Jalan Pertarungan Menurut Para Ahli
Frank Burbrink, kurator di Departemen Herpetologi di American Museum of Natural History di New York, menejelaskan bahwa kedua ular tersebut memiliki ukuran yang hampir sama.
Ular kobra di foto telah mencapai usia dewasa, karena pada ular tersebut tidak ditemukan pola cincin yang biasa ditemukan pada ular kobra remaja.
Shab Mohammadi, peneliti posdoktoral School of Biological Sciences di University of Nebraska-Lincoln, mengatakan, sepertinya ular kobralah yang menyerang ular piton.
"King kobra secara eksklusif memangsa ular lain," kata Mohammadi. Sementara itu, ia menambahkan bahwa ular piton biasanya memakan burung atau hewan mamalia lainnya. "Ular piton sepertinya hanya berusaha melindungi dirinya sendiri," tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ular-ular seperti piton yang melilit mangsanya memiliki suatu strategi yang sama.
"Mereka melilit mangsanya, dan setiap kali mangsanya mengembuskan napas, mereka akan melilit lebih erat lagi, membuat mangsa tidak dapat bernapas. Kemudian mangsa pun akan mati lemas."
Lilitan maut piton juga membuat aliran darah di tubuh mangsanya terhalang, suatu hal yang lebih mematikan dibanding dengan mati lemas akibat kekurangan napas.
Ia pun berusaha menggambarkan seperti apa pertarungan yang mungkin terjadi antara dua ular ini.
Senada dengan Mohammadi, Burbink mengatakan bahwa pitonlah yang diserang oleh ular kobra. Menurutnya, ketika diserang, piton akan berusaha kabur. Akan tetapi, akibat lambatnya gerakan piton dan tingginya mobilitas kobra, piton tak bisa menghindar dari serangan kobra itu dan akhirnya berusaha melawan.

Burbink juga menjelaskan, meski kobra biasanya menunggu mangsa yang diserangnya mati baru kemudian memakannya, ada kemungkinan kobra ini menunggu terlalu dekat dari piton sehingga piton sempat menyerang balik dan akhirnya terjadi pertarungan maut tersebut.
Lama waktu pertarungan ini sepertinya ditentukan oleh seberapa mematikannya bisa ular kobra. Sayang, dari foto yang ada sekarang, kita tidak bisa memastikan hal tersebut.
"Tetapi tampaknya bisa itu bekerja," ujarnya singkat.
