Kumparan Logo

Hati-hati, Kurang Minum pada Ibu Hamil Bisa Berdampak Buruk pada Bayi

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ibu hamil minum air kelapa (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu hamil minum air kelapa (Foto: Thinkstock)

Ketua Indonesian Hydration Working Group, Prof. Budi Wiweko mengingatkan pentingnya asupan air yang cukup untuk ibu hamil dan menyusui.

“Kita sudah melakukan studi pada ibu hamil di tiga kota, Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta, dan hasilnya menyatakan ibu hamil dia butuh kurang lebih 2,5 liter setiap hari,” kata Budi dalam pemaparannya di acara Konferensi Pers 2nd Indonesian Hydration & Health Conference (IH2C) yang diadakan di Gedung Indonesian Medical Education and Research Institute Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (IMERI FKUI), Jakarta, Rabu (7/11).

Budi mengatakan, ibu hamil membutuhkan lebih banyak air minum untuk membantu produksi air ketuban. “Air ketuban itu berasal dari, yang paling banyak adalah dari urinenya bayi. Dan bayi itu volume urinenya akan cukup kalau dia mendapatkan jumlah nutrisi dan cairan yang cukup dari ibunya.”

Pada ibu yang mengalami oligohidramnion atau jumlah air ketuban yang terlalu sedikit, jumlah air yang harus diminum pun, menurut Budi, akan menjadi lebih banyak lagi, yaitu bisa mencapai tiga liter air setiap harinya.

Kurang minum pada ibu hamil bukan hanya berbahaya bagi kesehatan ibu, melainkan juga pada kesehatan bayi yang dikandungnya. Kurangnya air yang diminum oleh ibu dapat menyebabkan air ketuban menjadi sedikit dan pertumbuhan bayi pun terhambat.

“Kalau janin, air ketubannya berkurang, efek sampingnya bisa satu pertumbuhan janinnya bisa terhambat. Dia kan untuk tumbuh butuh bergerak dengan aktif, jadi janinnya bisa kecil,” kata Budi.

Prof. Budi Wiweko. (Foto: Zahrina Yustisia Noorputeri/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Prof. Budi Wiweko. (Foto: Zahrina Yustisia Noorputeri/kumparan)

Lebih lanjut, kekurangan air ketuban pada ibu hamil dapat menyebabkan bayi memiliki kelainan anatomi, bahkan hingga menyebabkan kematian.

Konsumsi air pada ibu hamil bisa mendukung periode emas 1.000 hari pertama anak. Pada 270 hari pertama periode emas, anak masih berada dalam kandungan dan bergantung pada nutrisi yang dikonsumsi oleh ibu.

“Selama di dalam rahim, komponen nutrisi itu menjadi komponen yang sangat penting dan salah satunya adalah air. Air itu merupakan makro nutrisi. Tentu sangat berpengaruh.”

Bukan hanya saat hamil, setelah melahirkan dan saat menyusui bayinya, ibu juga masih membutuhkan konsumsi banyak air, bahkan lebih banyak. Budi menjelaskan, ibu menyusui membutuhkan lebih banyak air minum, yaitu sekitar 2,7 hingga 2,8 liter atau tiga gelas lebih banyak daripada anjuran untuk orang dewasa biasa.