Kumparan Logo

Heboh Pemancing Temukan Ikan Aligator Raksasa, Ini Penampakannya

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan ikan aligator yang berhasil ditangkap pemancing Danny Lee Smith di Sungai Neosho, Kansas, AS. Foto: Kansas Department of Wildlife and Park
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan ikan aligator yang berhasil ditangkap pemancing Danny Lee Smith di Sungai Neosho, Kansas, AS. Foto: Kansas Department of Wildlife and Park

Penemuan seekor ikan aligator atau alligator gar telah menghebohkan warga Kansas, Amerika Serikat. Ini merupakan momen langka karena untuk pertama kalinya ‘fosil hidup’ ini berhasil ditangkap di sana.

Ikan berkepala mirip buaya ini ditangkap oleh pemancing Danny Lee Smith di Sungai Neosho. Menurut departemen taman nasional setempat, Kansas Department of Wildlife and Park (KDWP), ikan aligator ini memiliki berat seberat 17 kilogram dan panjang 1,35 meter.

Ketika muncul dari air pertama kali ... saya terkejut, saya tercengang. Saya pernah melihat mereka muncul di permukaan, tapi tidak ada yang seperti ini. Ini kesempatan sekali seumur hidup, saya yakin.

- Danny Lee Smith, pemancing ikan aligator -

Ikan aligator (Atractosteus spatula) dikenal sebagai ikan primitif atau fosil hidup. Ia diyakini sudah eksis sejak zaman Kapur Awal, yakni 100 juta tahun yang lalu. Moncong panjangnya khas terlihat seperti aligator dengan giginya yang tajam. Ia juga mampu tumbuh sepanjang 3 meter dan beratnya bisa mencapai 106 kilogram.

Para ahli sendiri tidak yakin bagaimana ikan itu bisa berakhir di Sungai Neosho. Tapi untuk mengungkapnya, opsi menilik dari sirip ikannya dipertimbangkan. Dengan ini, mereka bisa mengetahui dari mana ia berasal.

“Karena sebagian besar populasi spesies ini dapat dibedakan satu sama lain dengan sampel sirip ikan, opsi lain yang kami pertimbangkan adalah identifikasi genetik. Ini akan memberitahu kita jika ikan itu berasal dari populasi yang ada di negara bagian lain.

Jika cara tersebut tidak bisa memberikan jawaban, Koch mengatakan para ahli bisa menggunakan mikrokimia. Teknik ini melibatkan pengukuran proporsi elemen tulang pada ikan aligator dan membandingkannya dengan elemen di air sekitarnya.

Ikan aligator sendiri dilarang untuk dipelihara. Karena itu menurut Doug Nygren, Direktur Divisi Perikanan KDWP, penemuan ini bukan semata-mata karena ukuran ikan aligator sudah terlalu besar untuk dipelihara hingga harus dilepaskan ke alam liar.

Ilustrasi Ikan Aligator. Foto: Getty Images

Jumlah spesies ini pernah melimpah pada pertengahan abad ke-20, tetapi kemudian ditangkap secara berlebihan karena ia memangsa ikan-ikan lain yang juga dikonsumsi masyarakat setempat. Menurut Universitas Florida, keberadaan mereka sekarang dianggap langka dan terancam punah.

* * *

Ikuti survei kumparan Tekno & Sains dan menangi e-voucher senilai total Rp 3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveiteknosains.