Kumparan Logo

Hiu Beracun Super Langka Ditemukan di Sungai Thames London, Begini Wujudnya

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hiu starry smooth-hound. Foto: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Hiu starry smooth-hound. Foto: Flickr

Sungai Thames yang terkenal di London, Inggris, ternyata menyimpan banyak keanekaragaman hayati super langka. Selain kuda laut, belut, dan anjing laut, baru-baru ini peneliti menemukan hiu beracun super langka, spurdog.

Pada 1957, sungai Thames dinyatakan mati secara biologis. Artinya, hampir semua ekosistem di sana berada di ambang kepunahan. Namun, sebuah survei baru yang dilakukan oleh Zoological Society of London (ZSL) memberikan angin segar terhadap perkembangan satwa liar dan pemulihan ekosistem di sungai tersebut. Hewan-hewan di sana mulai pulih, termasuk hiu tope, starry smooth-hound, dan spurdog.

Spurdog dapat ditemukan di air dalam. Mereka memiliki duri di siripnya yang bisa mengeluarkan racun. Jika manusia terkena racunnya, maka bisa menimbulkan rasa sakit dan bengkak. Spurdog bisa tumbuh dengan panjang sekitar 60 cm.

Sementara hiu tope adalah hewan pemakan ikan dan krustasea yang bisa tumbuh hingga 2 meter dengan berat mencapai 48 kilogram. Menurut Wildlife Trusts Inggris, hiu tope tidak pernah melancarkan serangan tanpa alasan terhadap manusia.

Hiu spurdog memiliki racun di siripnyaditemukan di sungai Thames. Foto: Wikimedia Commons

Adapun Starry smooth-hound tumbuh hingga 1,22 meter dengan berat 10 kilogram. Mereka biasanya memakan krustasea, kerang, dan moluska. Sayang, jumlah spesies ikan yang ditemukan di mengalami penurunan. Para ilmuwan konservasi telah menyerukan agar dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui alasan penurunan tersebut.

Sungai sepanjang 346 km ini menjadi rumah bagi lebih dari 115 spesies ikan dan 92 spesies burung. Kini populasi satwa liar di Sungai Thames mengalami penurunan polusi dan perubahan iklim. Selain menjadi tempat rumah satwa liar, sungai juga menjadi sumber air minum, makanan, mata pencaharian dan perlindungan dari banjir bagi masyarakat sekitar.

Menurut ZSL, perubahan iklim telah meningkatkan suhu air Thames rata-rata 0,2 derajat Celcius per tahun. Kondisi ini diperburuk jika permukaan air laut mengalami kenaikan, di mana ketinggian air di sungai Thames terus meningkat sejak 1911. Rata-rata air naik setinggi 0,17 inchi per tahun sejak 1990.

"Ketika suhu air dan permukaan laut terus meningkat di atas garis dasar bersejarah, satwa liar muara akan sangat terpengaruh, melalui perubahan siklus hidup dan rentang spesies," tulis ZSL dalam sebuah pernyataan sebagaimana dikutip CNN.