kumparan
26 Feb 2018 19:19 WIB

Hiu Jenis Baru Ditemukan di Samudra Atlantik

Atlantic Sixgill Shark (Hexanchus vitulus). (Foto: @OmicsJournal via Twitter)
Tim ilmuwan dari Florida Institute of Technology berhasil mengidentifikasi dan mengkonfirmasi keberadaan dari spesies baru hiu yang hidup di Samudra Atlantik.
ADVERTISEMENT
Untuk memastikan bahwa hiu tersebut belum pernah teridentifikasi sebelumnya, ilmuwan melakukan pengujian genetik terhadap hiu tersebut dan menamainya ‘Atlantic sixgill shark’. Hiu ini berbeda dengan hiu jenis lain yang berada di Samudra Hindia dan Pasifik serta memiliki ukuran hingga sepanjang 182 sentimeter.
“Kami melihat bahwa hiu sixgill di Samudra Atlantik sebenarnya sangat berbeda dengan yang ada di Samudra Hindia dan Pasifik, baik secara molekuler maupun perbedaan yang terlihat oleh mata telanjang,” kata Toby Daly – Engel, asisten profesor dan ahli biologi hiu di Florida Institute of Technology, dilansir Zee News.
Atlantic Sixgill Shark (Hexanchus vitulus). (Foto: @BiminiSharkGirl via Twitter)
Hiu sixgill Atlantik jauh lebih kecil daripada kerabat Indo-Pasifik mereka yang bisa tumbuh hingga lebih dari 4,5 meter. Selain itu, mereka memiliki gigi bawah yang seperti gergaji dan enam buah celah insang, sementara kebanyakan hiu memiliki lima celah insang.
ADVERTISEMENT
"Karena kami sekarang tahu ada dua spesies unik, kami tahu bagaimana rata-rata variasi dari keseluruhan populasi hiu sixgill. Kami memahami jika kita terlalu banyak menangkap hiu ini, mereka tidak akan ada lagi di bagian lain di dunia ini," katanya.
Hiu sixgill adalah salah satu makhluk tertua yang ada di Bumi. Nenek moyang mereka hidup 250 tahun yang lalu sebelum dinosaurus ada. Dan karena mereka tinggal di kedalaman samudra, mempelajari hiu ini menjadi sulit.
Dengan menggunakan 1.310 pasang dari dua gen mitokondria hiu sixgill baru ini, peneliti menemukan ada cukup perbedaan antara hiu baru ini dengan hiu sixgill lainnya, Hexanchus nakamurai. Hiu ini pun kemudian berganti nama menjadi Hexanchus vitulus.
Penemuan ini sudah dipublikasi di jurnal Marine Biodiversity.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan