Identitas Ratu Mesir Kuno yang Misterius Akhirnya Terungkap

22 Januari 2021 9:05 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Peti mati mumi yang ditemukan Kementeriana Purbakala Mesir di kuil pemakaman Ratu Nearit. Foto: Kementerian Purbakala Mesir
zoom-in-whitePerbesar
Peti mati mumi yang ditemukan Kementeriana Purbakala Mesir di kuil pemakaman Ratu Nearit. Foto: Kementerian Purbakala Mesir
ADVERTISEMENT
Setelah penggalian selama belasan tahun, para arkeolog di Kementerian Purbakala Mesir akhirnya mengumumkan penemuan makam kuno mereka pada pekan ini. Penemuan makam tersebut bisa dibilang spesial, karena para arkeolog akhirnya dapat menemukan identitas seorang Ratu pada Mesir Kuno yang berkuasa pada 4.200 tahun yang lalu.
ADVERTISEMENT
Makam yang mereka temukan terletak di tempat yang dulunya adalah Memphis, ibu kota Mesir kuno. Berdasarkan penemuan peneliti, makam tersebut merupakan tempat bersemayamnya Ratu Nearit, yang selama ini identitasnya tak pernah diketahui.
Makam kuno Ratu Nearit ditemukan di sebuah situs yang berdekatan dengan piramida Raja Teti, firaun pertama dari Dinasti Keenam Kerajaan Lama Mesir, era antara sekitar 2680 dan 2180 SM yang dikenal sebagai Zaman Piramida. Raja Teti sendiri berkuasa sekitar tahun 2323 SM sampai 2291 SM.
"Penggalian dimulai pada tahun 2010, ketika kami menemukan sebuah piramida ratu di sebelah piramida Raja Teti, tetapi kami tidak menemukan nama di dalam piramida tersebut untuk memberi tahu kami milik siapa piramida itu," kata ahli Mesir terkemuka dan mantan menteri barang antik, Zahi Hawass, kepada CBS News.
Penggalian kuil pemakaman Ratu Nearit. Foto: Kementerian Purbakala Mesir
Identitas ratu Mesir Kuno yang misterius itu akhirnya terpecahkan sekitar sebulan yang lalu. Saat itu, para peneliti menemukan kuil penguburan, di mana dinding dan obelisk-nya tertulis nama ratu misterius itu: Nearit.
ADVERTISEMENT
Selain menemukan identitas sang ratu, para peneliti juga menemukan 52 kuburan di bawah tanah kuil, masing-masing sedalam sekitar 30 hingga 40 kaki. Di dalamnya mereka menemukan lebih dari 50 peti mati kayu yang berasal dari Kerajaan Baru, era Mesir Kuno pada 3.000 tahun yang lalu.
"Saya belum pernah mendengar tentang ratu ini sebelumnya. Oleh karena itu, kami menambahkan bagian penting pada sejarah Mesir, tentang ratu ini," kata Hawass.
Hawass menambahkan, penemuannya ini bisa menuliskan ulang sejarah Mesir Kuno.
Dia juga menjelaskan, timnya masih menemukan lubang pemakaman lain di kuil tersebut. Salah satunya adalah peti mati mumi berbahan batu kapur.
Salah satu objek menarik lainnya yang ditemukan peneliti di lubang penguburan adalah kertas papirus sepanjang 13 kaki (4 meter) yang berisi Bab 17 dari "Book of the Dead." Menurut peneliti, ini merupakan teks dari kertas papirus paling besar yang pernah ditemukan di kuil penguburan.
ADVERTISEMENT
"Book of the Dead" sebuah manuskrip yang digunakan orang Mesir Kuno untuk membimbing orang meninggal melalui alam baka. Meski disebut buku, teks ini bentuknya lebih mirip seperti gulungan kertas.
Di teks Book of the Dead yang ditemukan peneliti, tertulis nama pemiliknya yang bernama Pwkhaef. Nama yang sama itu juga ditemukan di salah satu peti kayu mati dan di empat patung shabti, yang dipakai orang Mesir Kuno untuk melayani orang yang meninggal di akhirat.
Meskipun para ilmuwan saat ini menganalisis teks tersebut, salinan lain dari Bab 17 berisi serangkaian pertanyaan dan jawaban, semacam lembar contekan untuk orang yang mencoba mengatur kehidupan setelah kematian. Analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengecek apakah format yang sama juga dipakai oleh teks yang baru ditemukan.
Papan permainan yang ditemukan peneliti di kuil pemakaman Ratu Nearit. Foto: Kementerian Purbakala Mesir
Penemuan lain dari situs tersebut sebenarnya masih banyak, di antaranya termasuk topeng penguburan kayu, kuil yang didedikasikan untuk dewa penjaga pemakaman Anubis, patung Anubis dan permainan yang dikuburkan dengan orang mati, untuk membuat mereka sibuk di akhirat.
ADVERTISEMENT
Salah satu game yang ditemukan peneliti memiliki nama "Twenty". Ia ditemukan dengan nama pemiliknya yang masih terlihat tertulis di atasnya.
Selain itu, peneliti juga menemukan game bernama "Senet". Game ini mirip dengan permainan catur. Jika pemain yang meninggal menang, mereka pergi dengan aman ke alam baka.