Ikan Mas Alien Purba Ini Punya Lidah Bergigi di Ususnya, Buat Lahap Mangsa

25 September 2022 16:30
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ikan mas alien purba. Foto: Ilustrasi Joschua Knuppe/Royal Ontario Museum
zoom-in-whitePerbesar
Ikan mas alien purba. Foto: Ilustrasi Joschua Knuppe/Royal Ontario Museum
ADVERTISEMENT
330 juta tahun yang lalu, hidup seekor spesies ikan mas alien (Typhloesus wellsi). Ikan purba ini berburu mangsa menggunakan lidah bergigi yang keluar dari ususnya.
ADVERTISEMENT
Makhluk ini pertama kali dideskripsikan pada tahun 1973 dan sukses menjadi teka-teki evolusioner di kalangan ilmiah selama beberapa dekade.
Ikan alien ini berasal dari periode karbon atau 358,9 juta - 298,9 juta tahun yang lalu. Fosil hewan ini menjadi misteri lantaran bentuknya yang sangat berbeda dari hewan purba lainnya. Para ilmuwan bahkan sampai menjuluki spesies ini merupakan makhluk luar angkasa.
Ikan alien ini memiliki mekanisme makan yang mirip dengan moluska atau sekelompok besar invertebrata bertubuh lunak. Hewan ini mencakup siput, kerang, dan gurita. Para peneliti menduga bahwa T. wellsi yang misterius adalah jenis moluska periode awal.
"Kami berpikir bahwa kami telah memecahkan teka-teki evolusi kecil," kata penulis utama Simon Conway Morris, seorang profesor paleobiologi emeritus di Universitas Cambridge di Inggris, kepada Live Science.
ADVERTISEMENT
Conway menjuluki ikan ini sebagai "ikan mas alien" dalam artikel tahun 2005 yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy & Geophysics. Dengan anehnya ia membayangkan spesies yang tiba di Bumi ini 'jatuh dari langit' pada periode karbon.
Conway berkelakar dahulu kala ada pilot antar-galaksi yang berkunjung yang bosan memelihara mereka sebagai hewan peliharaan. Pilot ini lantas melemparkan mereka ke laguna, dan sukses bikin bingung para ilmuwan manusia yang menemukan sisa-sisa fosil mereka ratusan juta tahun kemudian.
"Tidak ada yang benar-benar percaya bahwa mereka adalah ikan mas luar angkasa, tetapi mereka jelas terlihat sangat aneh," kata Conway.
Selain lidahnya yang bergigi, T. wellsi juga memiliki tubuh lunak yang panjangnya mencapai 9 cm. Siripnya menonjol di bagian belakang untuk membantunya mendorongnya ke depan.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dalam studi baru, para peneliti mempelajari spesimen ini dari Museum Royal Ontario. Mereka melihat salah satu dari mereka memiliki satu set gigi yang sangat terawat.
Beda dengan hewan pada umumnya, gigi mereka tidak seperti mulut manusia. Sebaliknya, gigi mereka berada jauh di dalam tubuh dan mengarah ke belakang (ke bagian perut).
Ilmuwan pun berkesimpulan, hewan ini menangkap mangsa dengan cara mengeluarkan ujung depan usus, keluar dari tubuh. Ikan ini sanggup membalikkan posisi gigi untuk menangkap mangsa — dengan kata lain, membalikkan usus bagian depannya keluar.
Ikan mas alien purba. Foto: Ilustrasi Joschua Knuppe/Royal Ontario Museum
zoom-in-whitePerbesar
Ikan mas alien purba. Foto: Ilustrasi Joschua Knuppe/Royal Ontario Museum
Aktivitas ini mirip seperti sarung tangan plastik berjari yang ditekan ke dalam yang diisi dengan air atau ditiup sampai jari keluar. Para peneliti mengetahui bahwa T. wellsi adalah predator aktif karena sisa-sisa mangsa seperti cacing kecil yang disebut conodont ditemukan di dalamnya.
ADVERTISEMENT
Para peneliti mengusulkan dalam studi baru, memasukkan T. wellsi menjadi hewan gastropoda periode awal. Ikan ini nantinya akan bergabung dengan hewan lain mencakup siput dan siput modern.
Banyak dari spesies ini memanjangkan usus depan mereka untuk menangkap mangsa. "Ini adalah penemuan struktur seperti radula, yang kami sarankan sebagai bukti yang sangat penting," kata Conway Morris.
Meski begitu, status taksonominya masih diperdebatkan. Mark Purnell, seorang profesor paleobiologi di Universitas Leicester di Inggris, mengatakan kepada Guardian, keberadaan radula tidak secara definitif menyatakan spesies tersebut sebagai moluska.
Hal itu disebabkan karena garis keturunan hewan dapat mengembangkan ciri-ciri mirip radula secara independen satu sama lain.
"Ini masih hewan yang sangat aneh," kata Purnell kepada Guardian.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020