Kumparan Logo

Ikan Terdalam di Dunia Ditemukan di Jepang, Pecahkan Rekor Laut Mariana

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan spesies Pseudoliparis, sejenis ikan siput, yang ditemukan di Palung Izu-Ogasawara, Jepang, di kedalaman 8.336 meter. Minderoo-UWA Deep Sea Research Centre
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan spesies Pseudoliparis, sejenis ikan siput, yang ditemukan di Palung Izu-Ogasawara, Jepang, di kedalaman 8.336 meter. Minderoo-UWA Deep Sea Research Centre

Tim ilmuwan berhasil menemukan ikan hidup di kedalaman lebih dari 8.300 meter di bawah permukaan laut di Palung Izu-Ogasawara, Jepang. Temuan ini memecahkan rekor ikan terdalam yang sebelumnya dipegang oleh Palung Mariana.

Penemuan ini dilakukan oleh tim dari Minderoo-UWA Deep Sea Research Centre yang dipimpin oleh Profesor Alan Jamieson pada 2023.

Mereka merekam spesies Pseudoliparis, sejenis ikan siput, berenang di kedalaman 8.336 meter. Sebelumnya, rekor ikan terdalam tercatat di Palung Mariana dengan kedalaman 8.178 meter.

Jamieson menjelaskan bahwa banyak orang mengira kedalaman adalah faktor utama yang menentukan kehidupan di laut dalam. Namun, suhu juga berperan besar.

Palung Izu-Ogasawara memiliki suhu yang sedikit lebih hangat dibanding Mariana, sehingga lebih ramah bagi kehidupan laut. Perairan di sekitar Jepang yang kaya nutrisi juga membuat lebih banyak materi organik tenggelam ke dasar laut, memberi sumber makanan bagi hewan di kedalaman ekstrem ini.

Menurut Jamieson, kondisi yang lebih hangat membuat spesies laut bisa hidup di kedalaman yang lebih ekstrem.

Penampakan spesies Pseudoliparis, sejenis ikan siput, yang ditemukan di Palung Izu-Ogasawara, Jepang, di kedalaman 8.336 meter. Foto: Minderoo-UWA Deep Sea Research Centre

Palung laut Jepang adalah tempat yang luar biasa untuk dijelajahi; Begitu kaya akan kehidupan, bahkan hingga ke dasar laut terdalam.

- Profesor Alan Jamieson, Peneliti di Minderoo-UWA Deep Sea Research Centre dan Pemimpin Ekspedisi -

Ia menambahkan, ikan siput jenis ini sebenarnya bukan penghuni laut dalam. Sebagian besar hidup di perairan dangkal seperti muara sungai. Namun, adaptasi evolusioner memungkinkan sebagian kecil dari mereka bertahan di tekanan luar biasa tinggi di dasar samudra.

Di kedalaman itu, ikan siput berukuran sekitar 20 hingga 25 centimeter memakan krustasea kecil yang hidup dari sisa-sisa organisme laut yang tenggelam dari permukaan.

Jamieson menyebutkan tidak ada palung lain yang lebih hangat dari Izu-Ogasawara dengan kedalaman serupa.

"Jika ada yang menemukan ikan yang hidup lebih dalam lagi dari ini, selisihnya mungkin tidak akan banyak," ujarnya, mengutip IFLScience.